Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Yance Samonsabra: Paham Radikalisme Berbahaya Bagi Keutuhan NKRI

0 373

Sorong, TN – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dibangun para pendiri bangsa, harus tetap dijaga keutuhannya oleh para generasi penerus bangsa.

Salah satu yang wajib dilakukan adalah menolak berbagai paham radikalisme yang bertujuan merongrong dan mengganti ideologi negara ini.

“Kita sebagai generasi penerus bangsa, berkewajiban mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan di segala bidang. Segala bentuk pergerakan yang akan mengganti ideologi bangsa, harus tegas kita bersihkan demi keutuhan NKRI,” tegas Yance Samonsabra SH, MSI, anggota Komite III DPD RI, saat melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Hotel Rumberpon Kota Sorong, Selasa (11/2/2020).

Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR RI, NKRI sebagai Bentuk Negara serta Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara, adalah materi pokok yang disampaikan Yance.

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan warga dari kalangan pemuda dan tokoh agama di Sorong Raya ini, senator asal Papua Barat ini tak menampik bahwa pergerakan radikalisme yang ingin mengganti ideologi bangsa, begitu masif bergerak. Saat ini pemahaman pergerakan itu banyak menyusul di bangku pendidikan.

“Ini yang sangat berbahaya. Mereka menyusupkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, melalui bangku pendidikan. Kalau ini tidak kita cegah, bagaimana masa depan bangsa ini,” tandasnya.

Untuk meredam pergerakan itu, politisi muda ini telah mengagendakan kegiatan sosialisasi kebangsaan ke sekolah-sekolah dan kampus.

“Harus dicegah sedini mungkin, sebelum virus radikalisme yang akan mendongkel ideologi negara ini menggurita sebagai penyakit kronis,” kata Yance.

Munculnya berbagai paham yang bertolak belakang dengan tujuan para pendiri bangsa ini, menurut Yance, ada beberapa sebab. Yang pertama, karena masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit.

Penyebab lainnya, pengabaian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme kedaerahan, kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan, kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa, serta tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal.

“Semua itu adalah tantangan kebangsaan yang harus diselesaikan,” katanya.

Dalam sesi dialog, sempat muncul masukan dari audience yang hadir, agar sosialisai kebangsaan seperti ini lebih intens dilakukan. Agenda sosialisasi 4 pilar kebangsaan oleh Anggota DPD RI yang dijadwalkan 4 kali dalam setahun, menurutnya, belum cukup untuk memahamkan masyarakat akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa.

“Kalau bisa dilakukan 1 bulan sekali, biar semua masyarakat memahami,” pinta salah seorang undangan yang hadir.

Yance merespons masukan itu dengan positif. Menurutnya, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan memang harus secara intens dilakukan.

“Karena mencegah itu lebih utama, sebelum menjadi penyakit kronis yang susah diobati. Saya akan sesuaikan dengan kegiatan di DPD RI, bagaimana agar masukan seperti ini bisa diakomodir,” pungkasnya. **

 

Anda mungkin juga berminat