Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Wawali Ambon Himbau Warga Tak Posting Video Dan Foto Korban Gempabumi

0 58

Ambon, TN – Wakil Walikota (Wawali) Ambon, Syarif Hadler menghimbau kepada seluruh warga Kota Ambon untuk tidak mempublikasikan video ataupun foto korban meninggal, akibat gempabumi yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Kamis (10/10). Himbauan itu disampaikan Wawako kepada wartawan, di Ambon, Jumat (11/10).

Menurut Wawali, larangan untuk mempublikasikan video ataupun foto korban dengan tujuan untuk menjaga perasaan dan psikologis serta rasa empati terhadap keluarga korban. “Tidak semua anggota keluarga bisa menerima kondisi tersebut. Jadi, saya himbau kepada masyarakat, hargai perasaan keluarga korban dengan tidak memposting video atau foto korban,” pinta Wawali.

Wawali menambahkan, total korban saat Gempa berskala 5.2 SR dan beberapa gempa susulan yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya kemarin, berjumlah 9 orang. 1 orang korban meninggal dunia, 8 orang lainnya mengalami luka-luka “Dari 8 orang korban luka-luka, 3 korban saat ini tengah dirawat di rumah sakit, sementara 5 korban lainnya sudah boleh kembali ke rumah masing-masing,” ujar Wawali.

Selain menelan korban jiwa 1 orang siswa SMP dan melukai 8 orang lainnya, gempa tersebut juga merusak beberapa bangunan, antara lain, gedung Ambon Music Office, Gedung Meterologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, dan beberapa gedung kantor lainnya. “Untuk kerusakan rumah, masih sementara didata oleh para camat dan tim,” kata Wawali.

Wawali mengakui, gempabumi kembali menimbulkan kekhawatiran, ketakutan dan kecemasan lagi bagi masyarakat, terkhususnya kepada orang tua. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dengan ini meminta kepada seluruh sekolah baik Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk meliburkan siswa-siswinya hingga pekan depan.

“Terhadap gempa yang masih terjadi, dengan ini kami meliburkan para siswa-siswi TK, SD dan SMP se-Kota Ambon terhitung mulai Jumat 11 Oktober hingga 19 oktober mendatang,” jelas Wawali.

Wawali juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mempercayai, atau bahkan menyebarluaskan informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Saat ini, informasi simpang siur atau HOAX marak beredar dimana-mana. Karena itu diminta kepada masyarakat untuk tetap waspada, arif, dan bijak serta selalu mengecek kebenaran informasi yang diterima melalui lembaga-lembaga resmi,” tandas Wawali.

Anda mungkin juga berminat