Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Warga Yang Kehilangan Sapi Diminta Segera Lapor Polisi

0 430

Aimas, TN – Warga Kabupaten Sorong yang merasa kehilangan hewan ternak berupa sapi, diminta segera datang ke Mapolres untuk membuat Laporan Polisi (LP). Selain berguna untuk mengungkap lebih jauh jaringan pencuri sapi yang para tersangkanya kini sudah meringkuk di sel tahanan, laporan itu juga akan dijadikan dasar penyidik memeriksa para tersangka yang sudah tertangkap.

Hal ini disampaikan Kapolres Sorong AKBP Made Sidan Sutrahna S.Ik usai menyampaikan pengungkapan jaringan pencuri sapi yang kepada wartawan, Senin (12/8/2019).“Silakan kepada masyarakat yang telah kehilangan sapi, datang ke Polres untuk melapor. Dari laporan itu akan disingkronkan dengan pengakuan tersangka yang sudah tertangkap, atau mengungkap jaringan lain yang belum terungkap,” kata Kapolres.

Informasi maraknya pencurian hewan ternak milik warga itu, sebenarnya sudah lama terdengar. Tapi masyarakat yang menjadi korban, tidak mau melaporkan kejadian itu ke polisi. Menurutnya, dari 18 tempat kejadian perkara (TKP) pencurian sapi yang kini terungkap, yang diakui 7 orang tersangka itu hanya 15 TKP. Artinya, masih ada 3 TKP lagi yang belum terungkap siapa pelakunya.

Sementara para pelaku yang kini sudah diringkus, ada tersangka yang mengaku melakukan pencurian lebih dari 1 TKP. Seperti yang dilakukan tersangka Ed, warga Majaran Salawati ini mencuri sapi di 2 lokasi. Tersangka Mar, dari keterangan polisi, sudah melakukan pencurian di 3 lokasi.

Sementara tersangka Amb dan Ant, diduga sudah mencuri di 5 lokasi yang berbeda, dan untuk tersangka Sil, San, Roh dan Fir, semuanya tercatat baru 1 kali mencuri sapi. Kata Kasat Reskrim AKP Dodi Pratama, para tersangka itu diciduk di rumah masing-masing di Majaran, Salawati. “Kerja sehari-hari mereka ini buruh lepas. Kerja sampingannya mencuri sapi,” tandas Kasat Reskrim.

Perwira dengan tiga balok dipundak ini menghimbau, untuk para pelaku dan penadah daging sapi hasil curian, jangan lagi meneruskan kegiatan tersebut, sebab melanggar hukum dan ada ancaman pidananya. Untuk pencuri sapi, pasal yang dikenakan adalah 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun pencaja, dan penadahnya bisa dijerat dengan pasal 480 KUHP.

“Kepada para pelaku dan penadah daging curian, mulai saat ini stop kegiatan tersebut, karena melanggar hukum dan ancaman pidananya ada. Jangan sampai yang masih diluar tetap beraksi, dan nanti pasti akan ditangkap juga,” kata Dodi.

Anda mungkin juga berminat