Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Warga Perum Pemda Lakukan Aksi, Bupati Himbau Agar Tak Mudah Terprovokasi  

0 131

Aimas, TN – Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru, SH, M.Si menyerukan agar masyarakat tidak bertindak anarkis dan mudah terpancing isu yang bisa memicu perpecahan. Jika ingin meluapkan rasa kecewa atas insiden yang terjadi, agar dilakukan dengan cara yang benar dan bermartabat.

“Kalian semua patut merasa kecewa, tapi sampaikan aspirasi itu dengan benar,” tandas Bupati Sorong, saat menghadapi puluhan massa yang menggelar aksi demo di KM 23,5 ruas jalan Sorong-Klamono, Selasa (20/8/2019) sore.

Aksi berupa pemalangan jalan dengan merobohkan pohon yang serta membakar ban bekas itu, dilakukan ratusan orang yang mengatasnamakan massa solidaritas Papua. Awalnya, massa yang beraksi adalah kelompok Melki Sagisolo, yang merobohkan pohon di depan Panti Asuhan Sinar Kasih.

Kemudian menyusul massa yang dikoordinir Alex Nauw, dengan melakukan aksi bakar ban di depan Gereja GKI Pengharapan Wasarisin, atau sekitar 100 Meter dari Panti Asuhan Sinar Kasih. Massa ini berasal dari komplek perumahan pemda di KM 24.

Mendengar adanya aksi itu, Bupati Johny Kamuru langsung menuju lokasi menemui warga. Kepada orang nomor satu di Kabsor ini, Melki Solo menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan reaksi atas kekecewaan dengan insiden yang terjadi di Surabaya, Malang dan Semarang. Massa juga akan menyampaikan aspirasi itu kepada anggota DPRD Kabsor pada hari Rabu (21/8/2019).

Menanggapi pernyataan itu, Bupati Johny Kamuru berkata agar masyarakat mengumpulakn semua aspirasinya, dan akan bersama-sama dikawal jika ingin menyampaikan ke anggota dewan.

“Kumpulkan semua aspirasi kalian, besok mari kita sampaikan bersama-sama kepada anggota dewan. Saya bisa pastikan Ketua DPRD Kabupaten Sorong akan menerima aspirasi kalian,” ujar Bupati.

Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.Ik yang memonitor aksi itu, kemudian meluncur ke lokasi bersama 1 pleton pasukan Dalmas. Saat terjadi dialog dengan massa, Kapolres menyatakan bahwa aksi bakar ban di tengah jalan itu tidak ada manfaatnya.

“Kalau begini, misalnya ada ambulan bawa orang meninggal, tidak bisa lewat. Aspal yang sudah bagus dibangun, jadi rusak akibat bakar ban. Jalan ini dibangun dengan pajak dari kalian, kalau rusak siapa yang nanti akan ditanya, pasti bapak bupati,” kata Kapolres.

“Untuk itu mari kita jaga situasi jangan terprovokasi dengan aksi yang ada di kota. Jangan sampai kejadian seperti di Ambon terjadi di Kabupaten Sorong. Kabupaten ini sangat damai jika dibandingkan dengan wilayah lain di Sorong Raya. Mari kita jaga situasi ini,” tambahnya.

Massa akhirnya sepakat untuk membubarkan diri sekitar pukul 17.30 Wit, setelah mendapat jaminan bahwa Bupati dan Kapolres akan mengawal mereka saat menyampaikan aspirasike anggota dewan. “Untuk hari ini kita sepakat akhiri, boleh pulang ke rumah masing. Besok kita kumpul di alun-alun, untuk bersama-sama turun ke gedung dewan. Kita akan sampaikan aspirasi secara baik dan bermartabat. tidak boleh ada yang anarkis,” kata Melki Sagisolo.

Anda mungkin juga berminat