Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Warga Kota Sorong Kecewa, Ruas Jalan Tanjung Rimoni Kompleks Arteri Baru dikerjakan Sudah Rusak

0 1.262

Sorong, TN- Peningkatan jalan lingkungan dalam kota sorong dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua Barat Tahun 2018, sepanjang kurang lebih 500 meter dan lebar kurang kebih 5 meter di Jl. Tanjung Rimoni kompleks Arteri Kelurahan Malanu Distrik Sorong Utara Kota Sorong, mendapat sorotan warga Sorong sebagai pengguna jalan.

Masyarakat kota Sorong, sekaligus pengguna jalan di kawasan tersebut, Andre Warmasen, menyoroti pembangunan ruas jalan itu, menurutnya jalan yang dibangun oleh CV.BPM itu, tidak sesuai harapan masyarakt.

Dikatakan, kualitas dan mutu dari jalan dengan nilai kontrak kurang lebih Rp1.427.272.000, menggunakan APBD Provinsi Papua Barat tahun 2018 itu, telah mengalami kerusakan pada beberapa titik, padahal menurut Warmasen, jalan itu baru dikerjakan kurang lebih selama 6 bulan lalu.

Warga kota Sorong, Andre Warmasen. Foto wim/TN.

“Kualitas dan mutu jalan tersebut, saya perhatikan selama kurang lebih enam bulan, itu sudah mengalami kerusakan pada beberapa titik, padahal jalan itukan belum sampe setahun dibangun,” ujar Andre Warmasen, Senin (1/7).

Dirinya menduga pembangunan ruas jalan, hanya asal kerja dan terindikasi melakukan praktek korupsi.

“Jadi saya menduga jalan itu hanya asal kerja saja begitu, dan diduga kuat ada indikasi korupsi,” ujarnya.

Ia pun minta dalam kesempatan pertama, kepada Polres Sorong Kota memlalui Penyidik Tipikor untuk melakukan penyekidikan terhadap peningkatan jalan tersebut.

“Oleh sebab itu Saya minta kepada Polres Sorong Kota lewat Penyidik Tipikor untuk melakukan penyelidikan terhadap oembangunan jalan tersebut,” pintanya.

Ia juga minta agar ruas jalan tersebut, untuk sementara waktu tidak dilakukan pengaspalan atau dihotmix karena pengerjaan ruas jalan itu diduga terindikasi korupsi. “Saya juga minta supaya jalannitu jangan diaspal dulu untuk sementara waktu, karena diduga terindikasi korupsi,” imbuh Warmasen.

Terkait sorotan masyarakat tentang peningkatan jalan Tanjung Rimoni, media ini mencoba mengkonfirmasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Peningkatan jalan lingkungan tersebut, Yustus Indouw, melalui pesan singkat WhatsApp, namun belum direspon, kemudian yang bersangkutan ketika ditelpon mengaku sedang berada di ruang kepala dinas, dan ketika kembali dihubungi yang kedua kalinya melalui telepon WhatsApp, yang bersangkutan tidak mengangak teleponnya.

Sementara kontraktor CV BPM yang mengerjakan peningkatan ruas jalan tersebut, belum berhasil dikonfirmasi.

Anda mungkin juga berminat