Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Walikota Ambon Sikapi Kecemasan Warga Akibat Berita Hoax Pasca Gempabumi

0 109

Ambon, TN – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyikapi situasi yang menimbulkan kecemasan warga, akibat maraknya berita-berita hoax atau bohong di media sosial pasca gempabumi. Dia yang ditunjukan, dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama stakeholder, yang berlangsung di Ballroom Maluku City Mall, Rabu (2/10). Demikian rilis yang diterima Teropongnews.com, di Ambon, Kamis (3/10).

Rapat koordinasi menghadirkan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Maluku, Andy Arsa, Dandim 1504 Ambon, Letkol Kavaleri Cecep Tendi, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Benny Santoso, dan Staf Pengadilan Negeri Ambon, untuk menjelaskan situasi terkini pasca gempabumi dan kondisi Kamtibmas Kota Ambon.

Walikota dalam arahannya mengatakan, pertemuan ini dimaksudkan untuk para Ketua RT/RW se-Kota Ambon, Lurah/Kades/Raja, para Camat, para Babinsa dan Babinkamtibmas bisa mendapatkan penjelasan dari BMKG melalui kajian-kajian yang akurat tentang peristiwa alam (gempa bumi) pada 26 September 2019 yang lalu.

“Ini perlu disampaikan supaya kita memperoleh referensi yang sama, sehingga diharapkan dapat menyampaikan ke warga masyarakat agar tidak terpancing berita hoax,” kata Walikota.

Walikota mengaku, dari peristiwa alam yang terjadi telah menimbulkan rasa ketakutan ditengah-tengah warga dan itu wajar. Namun yang memprihatikan adalah, begitu banyak orang yang mengalami krisis ketagwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan lebih percaya kepada berita di media sosial.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Maluku, Andy Arsa mengatakan, gempabumi yang terjadi pada tanggal 26 September berkekuatan magnitudo 6.8 yang kemudian dilakukan pemutahiran menjadi 6.5. Lokasi terjadi gempa pada 15 km Tenggara Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan kedalaman 10 km. Jarak pusat gempa dengan Kota Ambon adalah 42 km timur laut.

Hingga saat ini, lanjutnya, BMKG terus melakukan monitoring aktivitas gempabumi susulan. Data terkini per tanggal 2 Oktober 2019 pukul 12.00 WIT telah terjadi gempa susulan sebanyak 887 kali, dari jumlah itu BMKG menerima laporan bahwa 94 kali gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Gempa susulan yang terjadi saat ini memiliki kekuatan yang kecil yaitu dibawah Magnitudo kurang dari 4. “Kita bersyukur karena periode gempa susulan yang terjadi semakin hari semakin berkurang dengan tren menurun,” ungkapnya.

BMKG berharap, warga masyarakat untuk tidak terpancing berita-berita hoax. Dan untuk menangani masalah ini BMKG akan bekerjasama dengan Telkomsel untuk menangkal berita hoax.

Sementara itu, menurut Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso, tempat-tempat pengungsian pada siang hari terlihat sepi sementara malam harinya ramai. Hal ini menimbulkan kesulitan saat pendataan jumlah pengungsi.

Menurutnya, pengungsi saat ini dikategorikan sebagai pengungsi yang benar-benar rumahnya tidak bisa ditempati, dan pengungsi yang memiliki trauma akibat peristiwa gempabumi.
Terkait maraknya berita hoax, AKBP Sutrisno Hadi Santoso meminta warga, untuk tidak mudah percaya dan segera melaporkan ke pihak kepolisian.

Anda mungkin juga berminat