Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Walikota Ambon Intruksikan Camat Kuburkan Bangkai Ikan

0 541

Ambon, TN – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy sudah menginstruksikan para Camat untuk melibatkan para Kepala Desa dan Lurah untuk segera menguburkan bangkai-bangkai ikan yang mati akibat fenomena misterius di perairan pantai sejumlah desa di Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.

“Hal itu harus segera dilakukan, guna mencegah wabah yang nantinya dapat menganggu lingkungan sekitar,” katanya kepada wartawan, di Ambon, Rabu (18/9).

Walikota ketika ditanya mengenai indikasi adanya pergerakan atau pergeseran lempeng bumi yang berimbas pada getaran menjelaskan, dirinya telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon untuk segera berkoordinasi dengan BMKG.

“Pemkot akan mengantisipasi semua kemungkinan yang ada untuk menjawab fenomena alam yang terjadi saat ini, sehingga dapat memberikan kepastian kepada masyarakat,” terang Walikota.

Walikota menghimbau kepada masyarakat, untuk lebih bijak dan tidak terpancing dalam menyikapi informasi yang beredar.
“Untuk isu-isu akan adanya gempa atau semacamnya, hal tersebut akan dijelaskan dari BMKG atau BNPB, berdasarkan hasil penelitian, bukan sekedar dugaan semata,” kata Walikota.

Walikota menjelaskan, fenomena ikan-ikan mati yang kemudian terdampar dibeberapa pantai di Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel), kini meluas hingga mencapai Kecamatan Nusaniwe, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Walikota mengaku, dirinya telah mendapat laporan keberadaan bangkai-bangkai ikan tersebut sejak hari Sabtu yang lalu.

“Hari sabtu sore, saya ditelepon salah satu warga di Kecamatan Letisel yang melaporkan bahwa dipantai mereka, kedapatan banyak ikan-ikan mati yang terdampar,” beber Walikota.

Dari keterangan warga, sebelum ditemukannya ikan-ikan mati, warga mendengar bunyi ledakan yang cukup kuat yang berasal dari laut. Walikota menambahkan, sejauh ini ikan-ikan yang terdampar adalah ikan-ikan laut dalam dan bukan ikan-ikan pelagis atau ikan-ikan pada perairan dangkal.

Dijelaskan, langkah awal yang diambil Pemkot Ambon dalam menyikapi fenomena tersebut adalah meninjau lokasi terdampar ikan-ikan dibeberapa pantai di Kecamatan Leitisel, yang sudah dilakukan sejak Minggu (15/9) pagi.

“Setelah meninjau, mereka sempat melakukan wawancara dengan warga setempat. Diakui, saat itu mereka memang mendengar suara letupan, namun mereka tidak terlalu menghiraukan bunyi tersebut,” jelas Walikota.

Menurut Walikota, untuk mengasumsikan bahwa bunyi tersebut merupakan bunyi yang berasal dari pengeboman ikan, itu sangatlah riskan mengingat pengeboman ikan hanya memiliki radius yang terbatas.

“Sementara yang bisa dikatakan, ledakan tersebut ada kemungkinan berasal dari bekas bom sisa peninggalan perang dunia kedua ataukah ledakan lain, kita belum bisa memastikan dan kita akan terus menelitinya,” ucap Walikota sembari menambahkan, Hingga kini, Pemkot Ambon terus melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait, guna meneliti secara pasti penyebab fenomena alam yang terjadi.

Anda mungkin juga berminat