Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Usai Observasi Di Natuna, 9 Mahasiswa Wuhan Asal Sorong Pulang Bawa Sertifikat Sehat

0 508

Sorong, TN- Sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan telah selesai diobservasi selama 14 hari di Kabupaten Natuna Kepulauan Riau. Mereka kini telah dipulangkan ke daerah asal mereka, setelah diserahkan kepada perwakilan masing-masing daerah di bandara Halim Perdana Kusuma, Sabtu kemarin (15/2).

Dari 238 WNI yang diobservasi di Natuna, 9 orang diantaranya adalah mahasiswa asal Sorong Papua Barat.

Kepala Kantor Perwakilan Papua Barat di Jakarta, Juliana Maitimu, mengatakan, pihaknya yang bertanggungjawab terhadap kesembilan mahasiswa tersebut, sampai mengantarkan mereka tiba di Sorong, bertemu dengan keluarga dan sanak saudara.

Mahasiswa Wuhan asal Sorong yang menjalani karantina di Natuna, tiba di bandara Deo Sorong. Foto wim.

“Adik-adik mahasiswa ini, setelah tiba di bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta kemarin (Sabtu) langsung diserahkan kepada perwakilan daerah masing-masing. Disitulah menjadi tanggungjawab kami untuk mengantar mereka sampai ke daerah asal di Sorong, bertemu dengan orang tua dan keluarga,” ujar Juliana Maitimu, di bandara Deo Sorong, Minggu (16/2).

Tiba di bandara Deo, pihaknya langsung menyerahkan kesembilan mahasiswa tersebut kepada pemerintah provinsi Papua Barat Dinas Kesehatan, selanjutnya Pemprov Papua Barat menyerahkan kepada Pemkot Sorong dan selanjutnya kepada keluarga kesembilan mahasiswa tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, mengatakan pihaknya telah menyerahkan para mahasiswa itu kepada pemerintah kota Sorong bersama DPRD kota Sorong dan kemudian kepada keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan. Foto wim.

Dikatakan, kesembilan mahasiswa tersebut, setalah turun dari pesawat, pihaknya langsung mengambil tindakan pengukuran suhu badan dan semuanya dalam keadaan normal.

“Semua proses sudah kami lalui setelah adik-adik mahasiswa ini turun dari pesawat, kami sudah serahkan sampai kepada keluarga. Yang pasti kesembilan adik ini semuanya dalam keadaan sehat. Saat turun dari pesawat langsung kami mengukur suhu badan dan. semuaya normal, masyarakat tidak perlu khuatir dan cemas,” jelas Otto Parorongan.

Mewakili orang tua dari 9 mahasiswa itu, Ridwan Iribaram, menyampaikan rasa syukurnya dan berterimakasih kepada pemerintah dalam hal ini kepada presiden Jokowi, juga kepada pemerintah provinsi Papua Barat.

Salah seorang mahasiswa memperlihatkan sertifikat sehat dari Kementrian Kesehatan RI. Foto wim.

“Saya atas nama orang tua, sangat bersyukur dan berterimakasih kepada bapak presiden Jokowi tetapi juga kepada bapak gubernur Papua Barat, karena sudah membantu memulangkan anak-anak kami dari Wuhan dan sekarang sudah ada bersama kami keluarga di Sorong,” ungkap Ridwan Iribaram kepada awak media di bandara Deo.

Salah seorang mahasiswa saat ditemui awak media mengaku senang dan bahagia karena bisa bertemu dengan keluarga di Sorong.

Ia pun menegaskan dirinya bersama teman-temannya yang lain, semuanya dalam keadaan sehat dan negatif terinfeksi virus korona, hal itu dapat dibuktikan dengan sertifikat atau surat keterangan kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

“Saya minta trimakasih dari swmua pihak yang sudah membantu kepulangan kami sampai di Sorong. Kami sampai saat ini ada dalam keadaan sehat, dan tidak terinfeksi virus korona. Kami semua sehat, hal itu dapat kami buktikan dengan sertifikat atau surat kesehatan dari Kementrian Kesehatan,” ujarnya sambil menunjukan surat tersebut kepada awak media.

Anda mungkin juga berminat