Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Usai Lebaran, Komisi D Bakal “Sidang” Disdikbud Maluku Soal Anggaran BOSDA

0 544

Ambon, TN – Komisi D DPRD Provinsi Maluku dipastikan bakal mengundang dan “menyidang” pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku terkait belum dibayarnya anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) seluruh SMK dan SMA di Maluku untuk triwulan IV yakni dari bulan Oktober-Desember 2018.

“Memang, kita belum mendapatkan laporan dari sekolah-sekolah, jika anggaran BOSDA triwulan IV belum dicairkan. Kita berpikir sudah tidak ada lagi persoalan, karena berdasarkan laporan dari Disdikbud bahwa semua sudah terbayar, padahal anggaran BOSDA belum dibayar,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Maluku, Temy Oersipuny kepada Teropongnews.com, di Ambon, Senin (3/6).

Menurutnya, Kadisdikbud Provinsi Maluku, Saleh Thio harus menjelaskan kepada publik lewat media tentang anggaran BOSDA itu, agar bisa diketahui oleh pihak sekolah. Bukan hanya diam saja.

Oersipuny menyatakan, kendati pencairan anggaran BOSDA lewat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), namun tentunya laporan itu akan disampaikan kepada Disdikbud untuk diketahui.

“Kami tentunya usai liburan lebaran itu, akan segera melakukan proses pemanggilan kepada Disdikbud khususnya Pak Kadis untuk menjelaskan terkait dengan masalah ini,” tandas dia sembari mengaku, ada alokasi anggaran Rp32 miliar untuk pendidikan tetapi tidak diketahui apakah terkena potongan ataukan tidak.

Sementara itu, Kadisdikbud Provinsi Maluku, Saleh Thio tidak mengubris telepon maupun pesan yang dikirim lewat whatsapp. Hal yang sama juga dialami saat Teropongnews.com mencoba menghubungi Kepala Bidang (Kabid) SMK Disdikbud Provinsi Maluku, Gatot Suharbuddin.

Untuk diketahui, hingga saat ini anggaran BOSDA untuk bulan Oktober-Desember 2018 bernilai miliaran rupiah tidak dibayarkan. Namun sayangnya, anggaran BOSDA yang tidak dicairkan itu tidak pernah dijelaskan kepada pihak sekolah.

Kejahatan Disdikbud Provinsi Maluku ini baru terungkap, setelah adanya keluhan dari sejumlah sekolah, bahwa hingga kini anggaran BOSDA periode bulan Oktober-Desember 2018 tak kunjung dibayarkan.

Anda mungkin juga berminat