Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Usai Ditangkap Lantamal, Kapal PT Sinyun Diduga Semakin Berani Jadi Mafia BBM di Perairan Bintuni

0 308

Bintuni, TN – Transaksi cepat dan keuntungan menggiurkan menjadikan bisnis BBM illegal kian marak dan populer di Papua Barat. Ini juga yang diduga dilakukan PT Sinyun Karya Anugerah (SKA), di perairan Amutu, Teluk Bintuni, Papua Barat.
Meski pernah terjaring oleh operasi TNI AL, PT SKA tetap saja menjalankan praktik bisnis ilegal. Sumber informasi media ini di internal PT SKA menyebut, perusahaan yang telah dikuasakan kepada So Singgih Soleman ini, menjadi raja bisnis solar ‘kencingan’ di perairan Teluk Bintuni.
Sejumlah kapal penampungnya terekam sering mangkal di sekitar perairan Amutu, Teluk Bintuni, Papua Barat. Modusnya operandinya yakni membeli minyak sisa bahan bakar kapal yang berlayar, termasuk kapal operasional LNG Tangguh, dengan harga sangat miring.
Informasi yang diterima media ini, salah satu kapal yang dijadikan penampung solar kencingan itu adalah jenis tugboat MSL-3. Dari para pemasok, PT SKA membeli BBM jenis solar ini seharga Rp.4500 hingga Rp.5000 per liter.
“Transaksinya bisa mencapai ratusan ribu liter perbulan,” kata sumber informasi dari PT SKA di Amutu yang namanya engga disebutkan.
Ironisnya, kapal milik PT SKA ini tetap nekat beroperasi meski tidak mengntongi Surat Izin Berlayar (SIB). Bahkan, kapal yang sudah beredar di laut ini, sebelumnya ditangkap pasukan Komando Armada III Sorong ketika sedang bertransaksi BBM ilegal, sekitar tiga bulan lalu.
Namun kelanjutan proses hukum atas penangkapan ini, sampai saat ini belum jelas. “Yang jelas, kapal ini semakin berani menambung solar kencingan,” tandasnya.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada III, Kolonel (Laut) Abdul Kadir membenarkan peristiwa penangkapan tugboat itu. “Perkaranya sudah kita serahkan kepada kepolisian untuk proses lebih lanjut,” kata Kolonel Kadir.
Belum tuntas proses hukum tugboat MSL-3, sekitar dua minggu lalu giliran pasukan Lantamal XIV yang menangkap kapal milik PT Sinyun. Kapal SPOB (self propeller oil barge) yang juga bernama MSL-3 ini, ditangkap di perairan Teluk Bintuni. Perkaranya sama, yakni transaksi BM ilegal.
Sumber informasi media ini di PT SKA, SPOB MSL-03 ini ditangkap ketika sedang muat 80 kilo liter solar tanpa dokumen. Hasil penangkapan ini kemudian di serahkan ke Polsek Babo. Informasi yang diterima media ini, SPOB MSL-03 diduga sudah kembali beroperasi tanpa menjalani proses hukum.
“Tahu sendiri kan siapa PT Sinyun. Dia yang kuasai perairan Teluk Bintuni,” katanya.
Tapi informasi ini dibantah oleh Kapolres Bintuni, AKBP Hans Irawan S.Ik. Dihubungi jurnalis Teropongnews, perwira dengan dua melati di pundak ini, menjelaskan bahwa penanganan perkara SPOB MSL-03 ditarik ke Polres Bintuni. Dia membantah jika kapal itu dilepas lagi tanpa proses hukum lebih lanjut.
“Memang sebelumnya diserahkan ke Polsek Babo oleh Lantamal. Tapi untuk proses hukum lebih lanjut, perkara ini kita tarik ke Polres. Sekarang lagi penyidikan oleh satreskrim,” jelas Hans Irawan.
Sementara Singgih Soleman, bos besar PT SKA saat dikonfirmasi terkait penangkapan ini, mengaku tidak tahu menahu. Singgih menyarankan jurnalis media ini menghubungi direktur PT SKA di Bintuni. “Saya tidak tahu urusannya yang di Bintuni. Tanyakan langsung ke Bintuni saja,” katanya. **

Anda mungkin juga berminat