Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Usai Dilantik, Begini Pesan Penting Bupati dan Ketum PP Fatayat NU kepada PAC

0 165

Aimas, TN – Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru SH.MSi memberikan pesan penting kepada jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU yang telah resmi dilantik oleh Ketua Pengurus Wilayah Fatayat Provinsi Papua Barat, Sabtu (2/11/2019).

Disampaikan orang nomor satu di birokrasi Pemerintah Kabupaten Sorong ini, dalam mengelola organisasi, para pengurus harus selalu aktif melakukan konsolidasi, inovasi dan pengkaderan, agar organisasi tetap berjalan dan berkembang.

“Ibaratnya orang naik sepeda, harus tetap dikayuh agar tidak jatuh. Begitulah seharusnya orang menjalankan sebuah organisasi, harus terus bergerak, melakukan konsolidasi. Ketua dan para pengurus di bawahnya, harus memiliki komitmen yang sama dalam mengembangkan organisasi, tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” pesan Bupati Johny Kamuru, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Dasar Kader dan Pelantikan PAC Fatayat NU se-Kabupaten Sorong.

Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Sorong, yang dilantik oleh Ketua PW Fatayat Papua Barat.

Selain itu, para penggerak organisasi harus selalu menebar kebaikan, sekecil apapun itu, baik di rumah, lingkungan maupun di tempat bekerja. Karena kebaikan itu, kata Bupati, tidak akan pernah sia-sia dan tetap memiliki nilai.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi kerusuhan di beberapa tempat, tapi di Sorong aman, damai terkendali. Ini karena kita semua punya hati yang tulus, selalu menebar kebaikan kepada sesama. Saya harap komitmen yang sudah ada ini, terus kita jaga,” kata Bupati.

Kepada pengurus PAC, PC, PW dan Pengurus Pusat Fatayat NU, Johny Kamuru juga berpesan akan tidak menunda sesuatu jika itu untuk kebaikan. Sebab, kata Bupati, jika ditunda maka persoalan yang tadinya gampang, akan menjadi sulit.

“Kemudian persoalan yang sudah sulit, akan semakin sulit lagi. Makanya, hari ini saya memberikan apresiasi, kesempatan pelatihan ini jangan sampai untuk menebar kebaikan,” tandasnya.

Sementara disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Anggia Ermarini M.KM, pengurus Fatayat NU harus selalu update terhadap segala informasi yang berkembang di masyarakat, utamanya terkait perkembangan teknologi informasi.

“Saya sendiri sebenarnya tidak suka bermain medsos, WA. Tapi karena ini sudah menjadi sebuah tuntutan, maka suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus mengikuti. Ini sudah dunianya. Kita harus mengimbanginya, agar kita tidak ketinggalan informasi sebagai respon kita terhadap perubahan zaman,” ujar Anggi.

Sedangkan Ketua PW Fatayat NU Provinsi Papua Barat, Hj Rusmiati S.Pd, menambahkan, sebagai kader Fatayat, harus tulus dalam menjalani tugas dan kewajiban yang sudah diemban. Sebab, Fatayat NU adalah organisasi keagamaan yang tidak disupport dengan gaji.

“Ini adalah jabatan sosial. Tidak ada gaji buat pengurusnya. Makanya saya ingatkan, tugas Fatayat itu berat, karena isinya hanya berkhidmat untuk organisasi,” kata Rusmiati. **

Anda mungkin juga berminat