Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Upaya Damai Keluarga Pelaku Video Pelecehan Gerakan Sholat Ditolak Kepolisian

0 203

Sorong, TN- Upaya damai Keluarga Pelaku Video Pelecehan Gerakan Sholat ditolak kepolisian dalam hal ini Polres Sorong Kota. Meskipun banyak permintaan dari keluarga dan beberapa pihak untuk menyelesaikan kasus video pelecehan gerakan sholat secara damai dan kekeluargaan, Polres Sorong Kota tetap melanjutkan proses hukum dengan tersangka VN, TS, AR, dan CA.

“Memang ada upaya pembelaan dari pihak keluarga dan beberapa tokoh, agar masalah ini diselesaikan secara damai, dan itu memang hak tersangka. Tapi kembali lagi, penyelesaian secara damai maupun penangguhan penahanan ada ditangan penyidik Polres Sorong Kota. Yang mana sampai saat ini penyidik tidak mengabulkan permohonan dari pihak keluarga pelaku,” tegas Syarifur, Selasa (14/01).

Alasannya, sambung Syarifur, kalau sampai kita kabulkan, yang kena dampaknya bukan hanya perseorangan atau organisasi saja. Dampaknya akan dirasakan oleh banyak orang, karena ini masalah agama. Bisa saja kan yang di Kota Sorong memaafkan tapi yang di daerah lain tidak terima dan kemudian membuat laporan lagi. Kasus ini kan sudah diketahui banyak orang.

Sementara untuk proses hukum dari kasus video pelecehan gerakan sholat tersebut, Syarifur mengatakan bahwa pihaknya sedang dalam tahap pemeriksaan saksi ahli.

“Prosesnya sudah sampai di pemeriksaan saksi ahli di Jakarta. Jadi penyidik kita, masih melengkapi berkas perkara untuk diserahkan ke kejaksaan,”ucap Syarifur.

Namun berjalannya proses hukum dari kasus tersebut, satu tersangka berinisial YN dipulangkan ke keluarganya dengan alasan Diversi.

“Karena TS ini masih berusia dibawah umur, kita tetapkan diversi kepada yang bersangkutan. Di pengadilan pun sudah ada penetapan proses diversinya. Namun 3 tersangka lainnya tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,”tersang kasat reskrim

Sebelumnya, para remaja ini dilaporkan ke Polres Sorong Kota karena diduga melakukan pelecehan terhadap gerakan shalat. Di mana pada unggahan video yang tersebar di sosial media, memperlihatkan dua orang remaja memperagakan gerakan shalat diiringi house musik/remix.

Menindaklanjuti laporan warga yang geram dengan tindakan remaja tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat menangkap empat orang remaja tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat remaja ini dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) junto Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi eletronik dan atau pasal 156 a KUHP

Anda mungkin juga berminat