Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Di Koarmada III Berlangsung Khidmat

0 83

Sorong, TN – Upacara peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan Komando Armada III berlangsung sangat tertib dan khidmat dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Komando Armada III, Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah dan diikuti seluruh prajurit Koarmada III dan Lantamal XIV Sorong di lapangan upacara Mako Koarmada III Jl. Bubara No. 1 Kelurahan Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Minggu (10/11).

Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Juliari P Batubara dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Kepala Staf Koarmada III menegaskan bahwa bangsa Indonesia diingatkan kembali kepada peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut Kemerdekaan Indonesia setiap hari pahlawan.

Pada pertempuran tersebut rakyat bersatu padu, berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia. Menurut Mensos bahwa kemerdekaan yang kita rasakan tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri.

Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut hendaknya perlu terus ditumbuhkan di dalam hati sanubari segenap insan Warga Negara Indonesia.

“Dengan peringatan Hari Pahlawan diharapkan kita akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita Bung Karno yang menyatakan hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar,” ujarnya.

Peringatan Hari Pahlawan juga untuk membangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi Pahlawan Masa Kini, sebagaimana tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 “Aku Pahlawan Masa Kini”.

Selain itu menurutnya, menjadi Pahlawan Masa Kini bisa dilakukan oleh siapapun Warga Negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI. Ia mencotohkan antara lain dengan menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya.

Menurut Mensos bahwa jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. Sekarang untuk menjadi pahlawan, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, kita juga bisa, dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata Internasional.

“Keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata tidak boleh dibiarkan sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain,” tegasnya.

Anda mungkin juga berminat