Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ungkap Kasus 3 C , Polisi Sita 29 Kendaraan Curian

0 90

Sorong, TN  – Satuan Reskrim Polres Sorong Kota berhasil mengungkap Kasus Pencurian kendaraan Bermotor (Curanmor), Pencurian dan Pemberatan (Curat), dan Pencurian dengan Kekerasan.(Curas) atau 3 C.

Hal itu disampaikan oleh  Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Syarifur Rahman dalam press releasenya di Mapolres Sorong Kota, Kamis (10/10).

“Adapun barang bukti yang berhasil kami amankan yakni 29 unit motor, ini merupakan hasil pengejaran terhadap pelaku curanmor dan begal dari tanggal 6 sampai 19 Agustus 2019,” kata Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Syarifur Rahman

Syarifur Rahman mengungkapkan,  29 unit motor tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda yaitu, di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan.

Dikatakannya, barang bukti motor tersebut  paling banyak ditemukan di Sorong Selatan, setelah pihaknya menginformasikan bahwa banyak motor curian yang dilarikan kesana.

Warga setempat yang merasa telah membeli motor tanpa surat-surat langsung menyerahkan kendaraan roda dua tersebut ke pihak kepolisian.

“Warga berani membeli motor curian tersebut, karena pelaku mengatakan bahwa surat-surat dari kendaraan roda dua itu sudah  hilang dan berakhir masa berlakunya,”terang Syarifur Rahman.

Selain itu, dari 29 unit motor yang sudah diamankan, 4 diantaranya akan diserahkan  ke polsek-polsek yang menjadi tempat korban membuat laporan, diantaranya 1 unit motor di Polsek Aimas, 1 di Polsek Sorkot,dan  2 di Polsek Sorong Barat.

“Dari 29 motor tersebut, kami sudah amankan dari 9 pelaku Curanmor dan begal yang ditangkap di tempat yang berbeda di Kota Sorong. namun 3 tersangka lainnya kita sudah lakukan tahap 2 keaksaan dan sekrang sudah ada di lembaga pemasyrakatan,”jelasnya.

Modus operandi pelaku untuk mencuri motor adalah dengan menggunakan kunci T modifikasi dengan cara merusak rumah kunci dari motor yang akan dicurinya. Setelah rumah kunci tersebut dirusak, pelaku langsung menghidupkan motor lalu membawanya kabur.

Sementara, untuk kasus pencurian dan kekerasan, pihaknya sudah mengamankan 2 orang pelaku berinisial AD dan MK. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan mengancam salah satu karyawan toko Grafelin dengan menggunakan parang dan memaksa korban untuk menyerahkan uang.

Disamping itu, kasus pencurian dan kekerasan lainnya juga melibatkan Anak Berurusan Hukum (ABH) berinisial DT. Dimana ABH tersebut menghadang korbannya di jalan dan kemudian merampas kendaraan roda dua milik korban. Tak hanya merampas barang milik korban, ABH juga menganiaya korbannya dengan menggunakan senjata tajam.

“Dan untuk pelaku pencurian dan pemberatan kami juga mengamankan pelaku berinisial JR dan ED dengan barang bukti berupa uang tunai Rp. 20 juta dan 1 unit  HP Vivo Y91 warna starry black,”pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku diatas kini mendekam di sel tahanan Polres Sorong Kota.

Anda mungkin juga berminat