Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Unggah Komentar SARA terkait Papua, Pemilik Akun Ditangkap Polisi

0 264

Aimas, TN – Pergunakan media sosial dengan cerdas dan bijak, dengan tidak menyebarkan konten atau berkomentar yang bisa berdampak negatif terhadap masyarakat.

Begitulah pesan yang disampaikan Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.IK, menyikapi kegaduhan yang berujung ricuh dan anarkis di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat.

Kapolres selalu menyampaikan pesan itu disetiap kali ada kesempatan pertemuan dengan tokoh agama, masyarakat, pemuda, adat, dalam rangka mendeklarasikan perdamaian dan persatuan di wilayah Hukum Polres Sorong. Sebab, dengan penyebaran konten hoax atau berkomentar negatif melalui media sosial, imbas yang ditimbulkan begitu besar.

“Tim siber polisi akan terus melakukan patroli di dunia maya, untuk menyisir akun-akun penyebar konten hoax itu,” kata Kapolres Sorong.

Terkait dengan kegaduhan masyarakat Papua dan papua Barat akibat insiden Mahasiswa Papua di Surabaya, Mabes Polri telah menangkap seorang pemilik akun yang diduga menyebarkan informasi berbau SARA di media sosial, pada Senin (2/9/2019) lalu. Dikutip dari Kompas.com, nama pelaku berinisial AST tersebut ditangkap di rumahnya, di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pelaku memberikan komentar atau membalas pemberitaan tersebut dengan menuliskan komentar yang berbau SARA,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Rabu (4/9/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengunggah komentar tersebut karena rasa patriotik yang muncul. “Pelaku memposting konten tersebut karena muncul jiwa patriotnya dan merasa bahwa masyarakat Papua tidak ada rasa terima kasih terhadap pemerintah yang telah berbuat banyak dan memberikan beasiswa untuk pemuda Papua,” ungkapnya

Dari pelaku, penyidik menyita tangkapan layar atau screenshot unggahan pelaku dan telepon genggam miliknya. Terduga pelaku disangkakan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Anda mungkin juga berminat