Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tuntut Pelaku Pembunuhan Di Makbon Ditangkap, Warga Blokade Jalan

0 503

Sorong,TN – Puluhan Warga melakukan aksi blokade jalan dengan membakar ban bekas di jalan Basuki Rahmat Km.12 tepatnya di depan kantor Polsek Sorong Timur, Jumat (18/10), sekitar pukul 13.30 WIT.

Aksi ini dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap lambannya penangkapan para pelaku pembunuhan terhadap kerabat mereka yang bernama Fernando S pada (16/9) lalu di salah satu kali di daerah Makbon, kota Sorong.

Pantauan media ini, Aksi blokade jalan ini sempat membuat panik para pengguna jalan yang melintas, bahkan sempat membuat kemacetan sepanjang jalan Basuki Rahmat KM.12 baik dari arah kota maupun kabupaten Sorong.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, puluhan anggota Polres Sorong Kota dan anggota Brimob langsung dikerahkan untuk berjaga di lokasi tersebut.

Aksi blokade jalan ini akhirnya dibuka setelah kepolisian memadamkan ban bekas yang dibakar oleh warga. Selanjutnya sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan keluarga korban langsung berdialog dengan Wakapolres Sorong Kota, Kompol Hengky K. Abadi S.Ik.

Dalam dialog tersebut, salah satu perwakilan keluarga korban menyampaikan apabila dalam waktu 1 Minggu kepolisian tidak dapat mengungkap pelaku pembunuhan Fernando, maka pihaknya akan kembali turun ke jalan dengan membawa massa yang lebih banyak.

“Kami beri waktu 1 minggu dari sekarang. Tanggal 25 kami akan kembali untuk mendengarkan hasilnya, apakah pelaku sudah ditangkap atau belum. Apabila dalam waktu 1 Minggu pelakunya belum tertangkap maka kami akan kembali turun kejalan dengan massa yang lebih banyak,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan keluarga korban, Wakapolres Hengky K. Abadi S.Ik mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan Fernando.

“Aspirasi yang disampaikan akan kita tindaklanjuti, dan perlu saya sampaikan bahwa tanpa bapak-bapak lakukan ini (blokade) dari awal pun kami sudah serius untuk menangkap pelakunya. Upaya pengejaran terus kami lakukan hingga saat ini,”jelas Hengky.

Usai berdialog, Warga akhirnya membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 15.00 WIT dan aktifitas lalu lintas kembali normal.

Anda mungkin juga berminat