Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

TIPIKOR: IK Resmi Ditahan, Giliran RS Diperiksa Selasa Depan

0 715

Sorong,TN – Tersangka Kasus korupsi Normalisasi Sungai Malawili, IK resmi ditahan Kejaksaan Negeri Sorong, Rabu (16/10). Penahanan dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sorong sekitar pukul 16.30 WIT.

Dengan mengenakan rompi merah muda serta tangan diborgol, IK keluar dari ruang pemeriksaan dan langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Sorong.

Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Sorong, Indra Timothy, S.H,.M.H mengatakan bahwa penahanan tersebut berdasarkan telah terpenuginya syarat subjektif dan objektif.

“Kami telah melakukan penahan terhadap tersangka brrinisial IK. Adapun perti.bangan kami melakukan penahanan tentunya sudah memenuhi syarat objektif dan subjektifnya,”ujar Indra.

Dikatakan Indra,  peran tersangka IK selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sangat bertanggung jawab pada kegiatan tersebut.  Dimana dalam proses pengerjaan tidak dikerjakan sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak dan Kerugian yang kibatkan pada kegiatan tersebut berdasarkan perhitungan dari ahli kontruksi sekitar 1,3 milyar.

“Berdasarkan pemeriksaan tadi, kami belum melihat tersangka IM mendapat keuntungan tapi akibat dari perbuatannya memperkaya atau menguntungkan orang lain,”jelas Indra.

Adapun Pasal yang disangkakan untuk tersangka adalah pasal 2 ayat 1 pasal 3 Jo pasal 18 UU nomor 31 1999 tentang pemeberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun keatas.

“Sementara untuk tersangka RS, akan kami lakukan pemeriksaan pada hari Selasa depan dan kami sudah kirimkan surat panggilan yang kedua,”pungkasnya.

Informasi yang diterima media ini, RS tidak memenuhi panggilan kejaksaan untuk diperiksa sebagai tersangka lantaran ada urusan keluarga dan surat keterangan ijinnya sudah disampaikan kepada Kejari Sorong melaluai kuasa hukumnya .

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Sorong menetapkan dua orang tersangka dalam proyek normalisasi Sungai Malawili di Aimas, Kabupaten Sorong. Keduanya adalah RS, Direktur Utama PT Indo Mustika selaku kontraktor dan IK, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat.

Penetapan tersangka ini setelah penyidik Kejari Sorong melakukan pemeriksaan fisik proyek di lapangan pada Jumat (4/10/2019) lalu. Tim penyidik yang dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sorong, Indra Timothy SH, mendatangi lokasi proyek normalisasi Sungai Malawili yang ada di belakang Polres Sorong hingga belakang Rumah Makan Berastagi, Jl Nangka, Aimas Unit 1, Kabupaten Sorong.

Untuk memastikan hasilnya secara teknis, Tim Penyidik yang menggali dasar pondasi talut, mengukur volume pemasangan batu serta menguji kekerasan beton, didampingi para ahli yang didatangkan dari Politeknik Manado.

Terdapat 2 temuan yang ditemukan oleh ahli pada saat melakukan pengukuran talut proyek normalisasi sungai Malawili yang berlokasi di belakang Polres Sorong hingga rumah makan Berastagi Aimas, Kabupaten Sorong. Yaitu tingkat kekerasan beton dan pemasangan batunya tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak kerja.

Sementara itu Pegiat anti korupsi di Papua Barat mengapresiasi dan dukungan kepada penyidik Kejaksaan Negeri Sorong untuk  mengusut tuntas kasus ini. ” Kami dukung Kejaksaan Negeri Sorong untuk usut tuntas dugaan korupsi normalisasi sungai Malawili ini,” tegas salah satu pegiat anti korupsi Papua Barat, yang namanya enggan dipubikasikan.

Anda mungkin juga berminat