Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tingkatkan Pengawasan, BPOM Papua Barat Gandeng Kepolisian dan Kejaksaan

0 403

Sorong,TN – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Papua Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Criminal Justice System (CJS) bersama Kepolisian, Kejaksaan, dan pengadilan di SwissBel Hotel, Kamis (22/8).

Kepala BPOM Papua Barat, Mojaza Sirait, S.Si,. Apt, mengatakan bahwa FGD tersebut bertujuan untuk memperkuat pengawasan terutama di bidang penegakan hukum terhadap pelanggaran pada bidang obat dan makanan.

“Kita disini duduk bersama pihak penegak hukum untuk memperkuat pengawasan terutama di bidang penegakan hukum terhadap pelanggaran obat dan makanan,”ujar Mojaza.

Dikatakannya, BPOM memiliki tugas dan fungsi penegakan hukum terhadap pelanggaran di bidang obat dan makanan. Namun demikian, pihaknya menyadari bahwa penegakan hukum tersebut tidak dapat dilakukan sendiri.

Oleh karena itu, pihaknya terus menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik dengan penegak hukum agar pengawasan yang dilakukan lebih efektif.

“Tantangan kedepan saat ini sudah semakin kompleks. Kalau dulu pengawasan obat dan makanan itu yang secara konvensional artinya penjualan langsung ke konsumen. Tantangan sekarang adalag penjualan produk secara online. Dimana produk yang dijual kebanyakan tidak terdaftar di BPOM seperti produk kosmetik, obat kuat, dan jamu,”jelasnya.

Diakuinya, walaupun sudah dilakukan pengawasan secara rutin dan dilakukan penindakan, namun pelanggar yang didominasi oleh pelaku usaha kecil tersebut masih saja mengulanginya dengan kembali menjual produk yang tidak berizin tersebut.

“Kita melakukan pengawasan secara rutin seperti melakukan pemantauan di media sosial, setelah kita peroleh datanya dan kita temukan tempat penyimpanan produknya langsung kita lakukan penindakan,”terangnya.

Anda mungkin juga berminat