Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Di Papua Dan Papua Barat, Kemendes Gelar FGD

0 97

Sorong, TN – Dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan masyarakat demi peningkatan kegiatan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat desa di Papua dan Papua Barat, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Hasil Pertanian, dan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) di SwissBel Hotel Sorong, Kamis (17/10).

Kegiatan Bimtek diikuti oleh perwakilan kelompok tani dan para pendamping distrik dan kabupaten prioritas (Maybrat, Raja Ampat, Kaimana, Fakfak, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Manokwari).

Sedangkan FGD turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakholders), serta para ahli dari Universitas Cendrawasih dan Universitas Papua. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi forum sosialisasi sekaligus menggali masukan untuk implementasi kebijakan nasional bagi prioritas pembangunan di Tanah Papua pada masa RPJMN 2020-2014.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat strategi, serta sinergi dan koordinasi dalam implementasi bersama pemerintah daerah dan Satuan Kerja (Satker). Kegiatan ini menekankan pentingnya upaya-upaya penguatan pemberdayaan, terutama warga kampung, serta para pendamping lokal (termasuk dengan P3MD), juga para Kepala dan seluruh aparatur desa/kampung dan para pendamping,” jelas Dirjen PPMD Kemendesa PDT dan Transmigrasi, Taufik Madjid.

Taufik juga menegaskan, pihaknya sudah komitmen mendesain pengembangan dan keberlanjutannya program pemberdayaan untuk periode RPJMN yang akan datang (2020 – 2024), bahkan harus ada perluasan kegiatan pemberdayaan untuk wilayah Timur Indonesia. Kementerian lalu menjalankan komitmen tersebut melalui suatu program P3DP.

“Program ini merupakan realisasi dari penegasan Menteri, bahwa “Tahun depan (2019) kami sudah menganggarkan 44 miliar rupiah untuk persiapan pengembangan dan keberlanjutan Program Pembangunan Desa Mandiri (PPDM), bukan hanya untuk Tanah Papua, tapi juga persiapan untuk direplikasi di beberapa provinsi Indonesia di wilayah Timur lainnya,”ucapnya.

Taufik menekankan, pentingnya menjaga apa-apa yang sudah baik dalam pelaksanaan program selama ini, sekaligus memperbaiki berbagai hal-hal yang masih kurang.

“Jika dalam dua tahun PPDM kita dapat meningkatkan efektifitas Dana Desa untuk kegiatan ekonomi pertanian di kampung-kampung Tanah Papua (hingga 19 miliar rupiah lebih dari APBK per tahun) di sebagian besar kampung-kampung dampingan PPDM, maka tahun depan harus diperluas dan ditingkatkan lagi”,pungkasnya.

Anda mungkin juga berminat