Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tindak Pidana Pemilu Coblos Dobel Sudah Dilimpahkan Ke Kejaksaan

0 27

Supiori,TN – Perkara tindak pidana pemilu yakni coblos 2 kali, yang dilakukan pemilih pemula bernama Febrianto Msiren (18) sudah diserahkan Komisioner Bawaslu dan Tim Penyidik Sentra Gakkumdu Supiori kepada Kejaksaan Negeri Biak Numfor, kamis (9/5/2019) siang hari.

Adapun modus tindak pidana itu yakni, tersangka diduga memiliki dua C6 dengan nama bernama berbeda dan tersangka membantah adanya dugaan paksaan atau money politik, yang membujuknya mencoblos 2 kali. Ia mengakui bahwa belum paham mekanisme dan aturan pencoblosan.

“Tersangka mencoblos 2 kali dengan nama yang berbeda di TPS 56 dan TPS 57. Di lampiran C6 yang resmi, tersangka menggunakan nama asli yakni Febrianto Msiren. Sedangkan, di C6 ilegal tersangka menambahkan nama Norman di awalan namanya jadi, Norman Febrianto Msiren. Dia sudah mengakui kesalahan dan tidak membenarkan adanya bujuk dan paksa dari orang lain”kata Bripka, Darlianto Pabia,SE selaku Tim Penyidik Sentra Gakkumdu Supiori.

Sementara itu, tersangka dikenakan sanksi sesuai Undang-undang nomor 7 Pasal 516 tahun 2017 tentang pelanggaran pemilih menyalurkan hak suara lebih dari 1 kali. Pasalnya, penyidik mengangap tersangka sengaja melakukan perkara, dengan menghilangkan tinta di jari kelingking. Dengan hukuman kurungan penjara 18 tahun dan denda maksimal Rp 18 juta.

“Tersangka memberikan pengakuan bahwa saat pertama mencoblos di TPS 56, ia sudah memberikan tanda coblos dengan mencelupkan jari kelingking di tinta. Namun, saat mencoblos dua kali di TPS 57, sih tersangka sempat dimarahi saksi tapi, dia mengaku belum mencoblos,”ungkapnya.

Selain itu, Barang Bukti (BB) yang sudah diamankan penyidik antara lain, dua lembar formulir C6 KPU atas nama Febrianto Msiren dan Norman Febrianto Msiren, Daftar hadir tersangka di 2 TPS dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tersangka.

Anda mungkin juga berminat