Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tiga Tahun Kabur dari LP, Terpidana Seumur Hidup Dibekuk Polres Sorong

0 438

Aimas, TN – Elieser Keramu, seorang terpidana kasus pembunuhan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakat (LP) Sorong pada 2016, harus mengakhiri pelariannya setelah dibekuk aparat. Residivis ini kembali menikmati sel jeruji besi akibat tindak kriminal terbaru yang dia lakukan di wilayah hukum Polres Sorong. Sebelumnya, Elieser berhasil melarikan diri setelah dengan mudah mendapat ijin keluar dari petugas LP.

Kasus terbaru yang menjerat Elieser adalah pencurian sepeda motor milik Dedi Wahyudi, warga Jl. Seledri Aimas Unit 2 pada 22 Juli 2019. Saat itu, dia beraksi bersama Sendi Keramu. Berdasarkan laporan polisi yang disampaikan korban, polisi lantas memburu para tersangka.

Kanit I Resum Satreskrim Polres Sorong Ipda Danny Arrizal Saputra S.Tr.K mengatakan, Elieser ditangkap saat akan menikmati hasil kejahatannya di komplek lokalisasi Malanu Kota Sorong. Sedang Sendi, diringkus di rumah salah seorang keluarganya di Kampung Maibo, Klalin.

Awalnya polisi tidak tahu kalau Elieser adalah buronan Lembaga Pemasyarakatan (LP).  Tersangka di periksa penyidik seperti biasanya, karena kasus pencurian. Tapi identitas yang digunakan bukan yang sebenarnya. Elieser menggunakan nama Risad Keramu.

“Polisi baru tahu kalau dia ini buronan, setelah identitas dan foto tersangka kami kirim ke Kejaksaan dan LP. Dari sinilah baru terungkap identitas yang sebenarnya. Tersangka bernama Elieser Keramu, bukan Risad Keramu,” kata Danny.

Dengan terungkapnya identitas Elieser, pihak LP kemudian mendatangi penyidik Polres Sorong, agar menghentikan penyidikan perkara curanmor. Alasannya, perkara pidana yang menjerat Elieser sebelumnya, vonis hukumannya lebih tinggi, yakni penjara seumur hidup.

“Tapi kami tetap melanjutkan penyidikan perkara curanmor ini, karena ada tersangka lain yang terlibat,” kata Danny.

Perkara yang menjerat Elieser hingga meringkuk seumur hidup di penjara ini, adalah kasus pembakaran 4 rumah dan pembunuhan yang dilakukan pada 2010 lalu, di sekitar KM 8 Kota Sorong.  Setelah 6 tahun menjalani vonis dijatuhkan hakim, Elieser mulai mendapat kelonggaran pengawasan dari petugas lapas.

Ketika itu, Elieser minta ijin keluar LP untuk keperluan keluarga. Selain Elieser, ada 1 satu terpidana lagi yang saat itu di ijinkan keluar, didampingi petugas. Tetapi, dari informasi yang beredar, kedua terpidana itu pergi dengan tujuan yang berbeda, dan hanya dikawal seorang petugas.

Singkat cerita, Elieser yang saat itu pergi ke Jl Victory KM 9 Kota Sorong, mendengar kalau temannya yang sebelumnya sama-sama ijin keluar LP, tidak kembali lagi ke LP dan kabur. Tindakan itu yang kemudian diikuti oleh Elieser, dengan mengelabuhi petugas yang mengawalnya. Elieser tidak kembali ke LP, dan kabur dari hukuman penjara yang harus dijalaninya.

Ketika kembali ditangkap karena kasus yang berbeda, kepada penyidik Polres Sorong Elieser mengaku, selama dalam pelarian dia sembunyi di Kasueri, kampung Kokoda di Sorong Selatan. “Kalau turun ke Sorong, dia ada tinggal di rumah keluarganya di kampung Kokoda jalan Pariwisata Aimas,” kata Danny.

Anda mungkin juga berminat