Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tewas Ditembak Polisi, Keluarga Indra Nilai Tidak Sesuai Prosedur

0 7.895

Sorong, TN – Keluarga Almarhum Indra Wijaya Taran menilai, penembakan yang dilakukan oleh anggota Sat Narkoba tidak sesuai dengan prosedur.

Hal itu diungkapkan oleh, Paman Indra, Muhammad Rifai. Ia mengatakan seharusnya pihak kepolisian tidak bertindak arogansi, sehingga tidak menyebabkan nyawa keponakannya itu melayang.

“Kami merasa cara penanganannya sudah sangat berlebihan, sehingga mengakibatkan nyawa anak kami menghilang. Kalau pun dilakukan penembakan, mestinya hanya dilumpuhkan saja, misalnya di kaki. Ini malah ditembak di paha dari arah belakang ,”ucap Rifai saat ditemui media ini di rumah duka, di HBM kampung Pisang, kota Sorong, Selasa (22/01).

Rifai meminta tranparansi dari pihak kepolisian, apabila anggota kepolisian terbukti melakukan penembakan tidak sesuai dengan prosedur, agar segera ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Rifai menceritakan, Indra dikenal sebagai sosok yang baik semasa hidupnya dan tidak pernah terlibat tindak pidana. Indra merupakan Mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Yogyakarta dan sementara berlibur di kota Sorong sekaligus bertemu dengan keluarga.

Sebelumnya, Dua orang pemuda yang diduga merupakan pemakai sekaligus pengedar Narkoba jenis sabu, Indra Wijaya dan Danang, diringkus Sat Narkoba Polres Sorong. Nyawa Indra tidak terselamatkan usai tertembus timah panas. Indra ditembak lantaran melawan petugas saat akan diamankan.

Peristiwa itu terjadi, di jalan Pramuka, kelurahan Remu Utara, depan kantor Sat Lantas Polres Sorong Kota, Senin (21/01) sekitar pukul 22.00 WIT.

Indra sempat dilarikan ke Rumah sakit Mutiara untuk mendapatkan perawatan, namun sayangnya nyawa Indra tidak tertolong Karena kehabisan darah.

Rencananya, Indra akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum di Moyo, KM. 13 kota Sorong, pukul 16.00 WIT atau setelah sholat Ashar. Indra dimakamkan tepat disebelah makam ayahnya.

Anda mungkin juga berminat