Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Terkait Penangkapan Pencuri Sapi, Keluarga Tersangka Lakukan Klarifikasi ke Polisi

0 824

Aimas, TN – Penangkapan tersangka pencuri sapi yang dilakukan jajaran Reskrim Polres Sorong beberapa waktu lalu, memicu kegaduhan di keluarga. Mereka berpendapat, penangkapan itu penuh dengan rekayasa dan intimidasi dari aparat. Untuk mengklarifikasi penangkapan tersebut, hari ini, Kamis (15/08/2019),  perwakilan keluarga tersangka akan mendatangi Polres Sorong di Aimas.

Demikian disampaikan Yermias Munua, salah seorang perwakilan keluarga tersangka kepada Teropongnews.com. Para keluarga yang membuat mengklarifikasi itu antara lain Yuli Beatrix Rumayomi, kakak kandung  tersangka Ant, kemudian Lea Yustina Samakori alias Mama Emu, kakak tersangka Amb, serta Ferdinan Wairara, adik tersangka Mar.

Menurut Munua,  banyak kejanggalan terjadi selama proses penangkapan hingga penyidikan para tersangka. Salah satunya penangkapan terhadap tersangka Amb.

“Surat penangkapan dari kepolisian ini, kadaluarsa secara waktu. Surat dikeluarkan tanggal 10 Agustus, sedangkan mereka diambil dari rumah tanggal 8 Agustus. Pada saat itu, polisi tidak membawa surat penangkapan ataupun dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Munua.

“Surat itu tidak ada sama sekali. Bahkan pada saat intel Polres datang cari anak-anak ini, mereka tidak sangka kalau itu polisi. Saking mereka merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa, makanya mereka terbuka dan tidak ada pikiran kabur atau sembunyi,” urai Munua.

Menurutnya, Amb yang sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka dan kini meringkuk di sel tahanan Polres, tidak ditangkap di rumahnya, tapi yang bersangkutan berinisiatif datang ke kantor polisi karena mengkhawatirkan keadaan keluarganya yang sudah lebih dulu ditangkap.

“Jadi Amb datang (ke kantor polisi) untuk kasih keterangan, padahal sampai di Polres dia malah disuruh masuk dengan paksa. Ditanya dengan keras dan dilakukan kekerasan oleh pihak kepolisian supaya mengaku. Lalu surat itu dibuat untuk apa? Amb sendiri datang ke Polres dan inisiatif kasih keterangan. Kalau dia pelaku, masa iya serahkan diri dengan mudah,” tanya Munua.

Surat klarifikasi yang dibuat para keluarga tersangka itu, selalin disampaikan ke Kapolres Sorong, juga akan disampaikan ke LSM. “Karena kami yakin Kapolres tidak tahu bagaimana kinerja anggota di bawahnya, sampai keluarga kami dijadikan korban rekayasa kasus pencurian sapi,” kata Munua.

Sementara oknum anggota yang diduga terlibat itu, kata dia, juga tidak bersalah. Alasannya, sapi yang dia bawa tidak ada tanda pemiliknya. “Bahkan sampai hari ini kami tidak tahu siapa pemilik yang melaporkan kehilangan sapi yang ditembak oleh oknum anggota ini,” tegasnya.

Anda mungkin juga berminat