Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Terkait Dugaan Transaksi Solar Kencingan, PT Sinyun: Kami Transportir, Bukan Pedagang

0 487

Sorong, TN – Dugaan transaksi solar hasil kencingan kapal di laut yang dilakukan oleh PT Sinyun Karya Anugerah (SKA) di Perairan Amutu, Teluk Bintuni, dibantah oleh pihak perusahaan. Alasannya, Sinyun hanyalah perusahaan transportir BBM, bukan pedagang BBM.

Pernyataan itu disampaikan Yance, Kepala Cabang PT SKA di Sorong, menanggapi berita yang beredar bahwa sepakterjang PT Sinyun semakin berani dalam menampung BBM ilegal setelah ditangkap aparat TNI.

“PT. Sinyun bukan perusahaan niaga BBM, jadi kami tidak dapat melakukan transaksi jual atau beli BBM. PT. Sinyun hanya punya izin transportir BBM. Jadi yg kami lakukan hanya mengangkut BBM dari Supplier ke Konsumen,” jelas Yance melalui pesan aplikasi WA, Rabu (12/2/2020).

Kendati demikian, Yance membenarkan jika kapal-kapal milik PT Sinyun pernah berurusan dengan aparat TNI AL. Sekitar dua minggu lalu, salah satu kapal tanker mini (SPOB) MSL-03 milik Sinyun, ditangkap aparat dari Lantamal XVII Sorong. Kapal ini berkapasitas angkut 150 kilo liter BBM

“Kapal kami (MSL 03) pernah 2 kali diperiksa Angkatan Laut terkait dokumen berlayar, dan kami tidak pernah ditangkap karena transaksi BBM ilegal,” jelasnya.

Selain masalah dokumen, tambah Yance, MSL-03 ditangkap juga karena masalah radio komunikasi yang rusak dan tidak berfungsi.  Tapi oleh pihak Lantamal, kata Yance, kapal itu masih diberi toleransi untuk melengkapi dokumen dan memperbaiki radio, sebelum melanjutkan pelayaran.

“Memang sempat ditahan, tapi sekarang sudah dilepaskan setelah dokumen dilengkapi dan radio yang rusak diperbaiki,” kata Sinyun.

Saat ditangkap, kapal itu juga tidak sedang mengangkut BBM jenis solar, atau berlayar dalam keadaan kosong. “Kapal itu kosong, hanya ada 8 ton di dalam tanki. Jadi kalau disebut kami ditangkap karena terkait BBM ilegal, itu tidak benar,” ujarnya.

Penjelasan yang disampaikan Yance ini berbeda dengan keterangan yang disampaikan AKBP Hans Irawan, Kapolres Bintuni. Menurut Kapolres, kapal SPOB 03 milik Sinyun yang ditangkap Lantamal XVII, saat ini sedang dalam proses penyidikan oleh Satreskrim Polres Bintuni.

“Perkaranya sudah kami tarik dari Polsek Babo untuk proses penyidikan. Ini kapal yang ditangkap oleh Lantamal itu kan?” tandas Kapolres, sambil memastikan pertanyaan jurnalis Teropongnews.

Informasi awal, kapal SPOB MSL-03 yang ditangkap Lantamal XVII, diserahkan ke Polsek Babo untuk dilakukan proses hukum. Kapal ini diduga mengangkut BBM tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Baca juga:https://www.teropongnews.com/usai-ditangkap-lantamal-kapal-pt-sinyun-diduga-semakin-berani-jadi-mafia-bbm-di-perairan-bintuni/

Selain SPOB MSL-03, kapal milik PT Sinyun jenis tugboat MSL-03, juga sedang berurusan hukum setelah sebelumnya ditangkap aparat TNI dari Koarmada III, tiga bulan lalu. Menurut Yance, proses hukum untuk tugboat ini, masih di Kejaksaan Negeri Sorong, dan akan disidangkan dalam waktu dekat.

“Benar Pak. Yang akan disidangkan adalah tugboat karena melanggar UU Pelayaran,” pungkas Yance. **

Anda mungkin juga berminat