Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Terdakwa Kasus Korupsi Dana Bimtek Di Enrekang Divonis 14 Bulan Penjara

0 44

Makassar, TN – Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bimbingan teknis (bimtek) tahun 2015/2016 yang juga mantan Ketua DPRD Enrekang, Banteng Kadang, divonis hukuman penjara 14 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar.

Ternyata, vonis majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Banteng Kadang dihukum 20 bulan penjara.

Ketua majelis hakim, Agus Rusianto dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa bersalah dan terbukti bersalah dalam menggunakan anggaran bimtek senilai Rp 3 miliar lebih.

Terdakwa dikenakan pasal Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP, sesuai dakwaan subsidair.

“Menyatakan terdakwa Banteng Kadang tersebut secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Dakwaan Penuntut Umum.

Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Agus Rusianto, saat membacakan putusan, di PN Tipikor Makassar, Kamis (13/6) pagi.

Ketua Majelis Hakim memiliki pertimbangan sehingga terdakwa hanya dihukum 14 bulan penjara.

Dalam perimbangan yang meringankan, terdakwa disebut telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 3.051.110.700 melalui 48 kali penyetoran ke kas daerah Kabupaten Enrekang sehingga kerugian negara telah dipulihkan.

“Hal-hal yang meringankan karena kerugian negara telah dikembalikan ke kas daerah,” imbuh dia.
Menyikapi putusan ringan ini, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum, Nasaruddin Agussalim mengatakan, masih akan pikir-pikir untuk mengajukan banding. “Kami masih punya waktu satu minggu untuk mengajukan banding. Tuntutan kami dulu itu 20 bulan penjara,” kata Nasaruddin.

Anda mungkin juga berminat