Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tercium Aroma Korupsi Di Distan Malut, Gubernur Desak Kejati Usut

0 42

Ternate, TN – Aroma korupsi kembali tercium di Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku Utara. Adalah kasus dugaan korupsi dana bantuan pengadaan bibit jagung hibrida. Bantuan tahun 2017-2018 senilai Rp 160 miliar itu, kini sedang diproses di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba mendesak Kejati untuk menuntaskan kasus tersebut, dan menjebloskan oknum-oknum yang telah merugikan keuangan negara ke penjara.

“Saya berkomitmen tidak akan mentolelir para pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara, yang terbukti menyalahgunakan anggaran negara,” kata Gubernur kepada wartawan, di Ternate, Jumat (14/6).

Dirinya, tegas Gubernur, siap untuk diawasi dan diproses hukum, jika kedapatan berbuat kesalahan. “Jangankan pimpinan OPD yang diperiksa, saya juga siap untuk diperiksa jika menyalahgunakan keuangan negara,” tandas Gubernur.

Sebelumnya, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Apris Risman Lingua mengaku, kasus dugaan korupsi dana bantuan pengadaan bibit jagung hibrida masih dalam proses penyelidikan.

Soal nama-nama yang sudah diperiksa, Risman enggan untuk membeberkannya. Namun dia mengaku, sudah memeriksa sejumlah orang sebagai saksi dalam kasus dimaksud. “Mereka dari pejabat di lingkup Dinas Pertanian Pemprov Malut, maupun kabupaten dan kota. Termasuk dari pihak penerima bantuan,” tandas dia.

Anda mungkin juga berminat