Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tatakelola Pemerintahan Sulsel Dalam Koridor Yang Tepat

0 58

Makassar, TN – Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Hasdullah dalam releasenya mengatakan sudah menjadi suatu keharusan untuk menciptakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Goverment).

“Baik itu tuntutan era digital sistem, tuntutan masyarakat sipil, tuntutan budaya dan nilai spritual, termasuk tuntutan kompetitif daya saing daerah lokal dan global, sehingga mewujudkan tatakelola pemerintahan yang baik itu tidak lagi menjadi suatu pilihan tapi sudah menjadi keharusan. Transformasi menuju tatakelola good goverment di Sulawesi Selatan kini sudah dalam koridor yang tepat (on the right track position), karena proses menuju tatakelola pemerintahan yang baik itu langsung dikendalikan oleh pimpinan tertinggi pemerintahan, yakni Gubernur Nurdin Abdullah,” kata Hasdullah kepada wartawan, di Makassar, Jumat (16/8).

Menurutnya, laju perubahan perilaku suatu pemerintahan, bisa saja ditekan dari faktor eksternal. Akan tetapi, jika faktor internal mental blok resistensi tinggi, maka perubahan itu akan berproses lamban, bahkan bisa jalan di tempat.
“Tapi kalau dorongan perubahan itu dari dalam apalagi langsung pucuk pimpinan yang tegas dan komitmen (strong leader) maka perubahan perilaku pemerintahan yang baik itu akan berjalan cepat,” tegasnya.

Lanjut diurai Hasdullah, perubahan perilaku organisasi pemerintahan yang baik itu ada beberapa faktor kunci starting poinnya yang perlu diperhatikan seperti; Pertama, tatakelola harus sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada (don’t ever agains the low); Kedua, mendorong sistem pemerintahan digital SPBE dan peningkatan kualitas layanan publik; Ketiga, menghadirkan perencanaan yang matang dan kinerja terukur yang berorientasi hasil nyata; Dan keempat, pemerintahan yang terbuka, transparan dan membangun kolaborasi sinergitas internal eksternal yang berbasis kerakyatan.

“Lalu kemudian, proses transformasi itu pasti berkonsekuensi memunculkan dinamika dan goncangan karena pola lama dipaksa untuk berubah memasuki pola baru menyasar mulai dari perubahan pola pikir (change of mind), berkomitmen, kemudian menjadi perilaku perorangan dan pada akhirnya menjadi perilaku organisasi,” tandas dia.

Anda mungkin juga berminat