Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tahap I Kasus BBM di Waisai, Polres Raja Ampat Minta KPKNL Sorong Percepat Lelang

0 232

Waisai, TN- Kasus tindak pidana niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan terduga pelaku berinisial MG yang ditangani Satuan Reskrim Polres Raja Ampat kini telah memasuki tahap I (satu).

Hal tersebut, disampaikan Kapolres Raja Ampat, melalui Kasat Reskrim Iptu. Nirwan Fakaubun, SIK, di ruang kerjanya, Selasa (13/8).

Menurutnya, kasus tersebut merupakan kasus lama yang terungkap di beberapa pangkalan BBM, sejak November 2018 lalu di Waisai Raja Ampat.

Dikatakan, meski sudah memasuki tahap satu, hanya saja masih terkendala dengan proses lelang Barang Bukti (BB) oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di kota Sorong.

“Pada bulan Juni 2019 itu sudah kami lakukan tahap satu, cuman yang menjadi kendala, kami masih menunggu prosedur lelalng yang dilakukan oleh KPKNL di kota Sorong,” ujar Iptu. Nirwan Fakaubun.

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya berharap KPKNL Sorong agar segera mempercepat proses lelang terhadap barang bukti kasus tindak pidana niaga di Waisai kabupaten Raja Ampat itu.

“Mohon bantuan kepada pihak KPKNL agar segera mempercepat proses tersebut, karena terhitung dari bulan Juni 2019 lalu, sudah dua bulan kami menunggu, sementara proses hukum selanjutnya harus kami percepat,” jelasnya.

Sebelumnya terduga pelaku MG diketahui sebagai pemilik CV Kabui dan memiliki 13 drum BBM jenis Solar yang diduga tidak mengantongi izin niaga lalu kemudian diamankan oleh pihak Kepolisian ketika itu.

Atas perbuatannya yang melanggar hukum, MG akhirnya dikenakan pasal 53 huruf d jo pasal 23 ayat 2 huruf d Undang-Undang (UU) nomor 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas bumi dan diancam 3 tahun penjara serta denda Rp 30 miliyar.

Selain MG, menurut Nirwan Fakaubun, masih ada 4 orang terduga pelaku lainnya yang masih dalam tahap pemeriksaan dengan kasus yang sama.

“Kami sedang berupaya untuk menyelesaikan proses hukum MG, kalau MG sudah dilimpahkan, kami harus marathon untuk periksa pelaku yang sisa empat orang sisa,” ungkapnya.

Terkait kasus tersebut, pihaknya minta dukungan dari pihak-pihak terkait, agar kasus yang sedang ditangani ini secepatnya diselesaikan.

Akibat dari kasus tindak pidana niaga tersebut, menurut Kasat Reskirm Polres Raja Ampat, Iptu Nirwan Fakaubu, negara telah dirugikan dan berimbas kepada masyarakat. Pasalnya, para terduga pelaku telah melakukan penyalahgunaan dengan memperjual belikan BBM subsidi demi kepentingan pribadi.

Anda mungkin juga berminat