Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Tagih Janji, Karyawan PT HIP Kembali Datangi Kantor Disnakertrans

0 80

Aimas, TN – Karyawan PT Hendrison Inti Persada (HIP) Divisi II Klasafet, Klamono kembali mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabsor di Jl. TPU KM 24, Jumat (16/8/2019). 

Mereka ingin mendengar hasil mediasi antara perwakilan perusahaan dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), terkait tuntutan pesangon yang sudah mereka sampaikan sebelumnya. Menurut Yadrax Anton Aerori, karyawan Divisi II PT HIP, sebenarnya undangan yang disampaikan Kepala Disnakertrans hanya untuk beberapa orang perwakilan karyawan.
“Tapi kami hari ini datang dengan puluhan karyawan. Kami semua ingin mendengar hasil mediasi atas tuntutan kami,” kata Anton.
Dengan naik 2 truk dan puluhan sepeda motor, karyawan HIP turun dari lokasi kerja dan berkumpul di bundaran Tugu Merah sejak pukul 09.00 Wit. Mereka baru bergerak ke Kantor Disnakertrans pukul 10.30, sesuai undangan mediasi yang mereka terima. Aksi puluhan karyawan ini tidak mendapat pengamanan dari kepolisian, seperti pada aksi sebelumnya. Petugas Satpol PP juga tidak terlihat berjaga di kantor tersebut.
Setiba di kantor Disnaker, puluhan karyawan yang didominasi ibu ibu, tidak langsung diterima oleh Kepala Disnakertrans. Rapat mediasi yang sedianya dijadwalkan pukul 11.00 Wit, juga belum terlihat dimulai.
“Saya harap semua teman teman menjaga situasi keamanan. Kita disini untuk mendengarkan atas tuntutan hak kita. Jadi jangan bikin onar, jangan ganggu orang lain. Harus tetap jaga ketertiban,” kata Anton.
Seperti diketahui, dalam aksi sebelumnya yang mereka lakukan di tempat yang sama pada Selasa (14/8/2019), karyawan HIP menuntut pemberian pesangon yang secara normatif. Tuntutan ini disampaikan terkait peralihan manajemen perusahaan perkebunan sawit itu dari PT HIP ke The Capitol Grup.
Sekretaris Disnakertrans, Drs Murdi Sartono berjanji akan menyampaikan tuntutan itu ke pihak manajemen.
“Kami akan menjadi mediator jika memang ada perselisihan. Posisi kami ada ditengah, tidak membela salah satu pihak yang berselisih,” kata Murdi.

Kepala Disnakertrans Eliaser Kalami S.Sos. MPA yang menemui para karyawan meminta perwakilan 5 orang untuk ikut dalam mediasi. Tapi permintaan itu ditolak karyawan. 

“Kami tidak mau ada perwakilan, supaya tidak ada dusta diantara kita. Semua pembahasan sampai hasilnya, harus disampaikan secara terbuka,” kata Anton.

Perundingan supaya ada perwakilan, sempat berjalan alot. Terjadi tarik ulur antara karyawan dengan Kepala Dinas. Karyawan akhirnya sepakat untuk mengirin perwakilan mediasi pada pukul 11.36 Wit.

Anda mungkin juga berminat