Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sungguh Disayangkan, Oknum Anggota DPR-RI Sebar Konten Berbau Rasis

0 634

Sorong, TN – Situasi keamanan di seluruh wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat hingga Kamis 22 Agustus 2019 belum sepenuhnya kondusif, meskipun masyarakat mulai terlihat beraktifitas seperti biasanya.

Aparat keamanan TNI-Polri dan seluruh stakeholder serta elemen masyarakat masih tetap mengantisipasi gangguan keamanan yang kemungkinan dapat saja terjadi di setiap wilayah.

Sayangnya, upaya pemulihan keamanan yang diupayakan semua pihak ini terkesan tidak didukung oleh oknum anggota DPR-RI berinisial RJK. Ia diketahui telah menyebarkan konten berbau rasis di salah satu grup whatsAap (WA) yang anggotanya termasuk beberapa wartawan.

Saat dikonfirmasi Jurnalis Teropong News, RJK mengakui dan membenarkan jika dirinya yang membagikan konten tersebut.”Ya tks,”ujar RJK mengakui ketika dikonfirmasi via WA-nya, semalam.

Menurut RJK, awalnya konten tersebut dikirim sendiri oleh tokoh yang fotonya terpampang di dalam konten dan kemudian ia bagikan ke grup WA.”Saya dikirim oleh N (inisial) sendiri koq,”ujar RJK yang kemudian mengirimkan gambar serta isi tulisan awal di konten yang ia terima.

Setelah dikonfirmasi oleh beberapa jurnalis, tak berapa lama kemudian RJK menghapus konten yang ia sebarkan di grup WA, namun sebelumnya konten itu telah di-screenshot oleh wartawan sebagai bahan publikasi.

Tentunya tindakan RJK sangat disayangkan jurnalis yang ada di dalam grup WA. Pasalnya, RJK sendiri merupakan tokoh publik yang seharusnya memberikan contoh yang baik, khususnya dalam hal penggunaan media sosial (medsos) WA.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Paul Vincen Mayor yang dimintai tanggapannya mengatakan, seharusnya tokoh publik salah satunya RJK tidak melakukan hal itu tetapi menyerukan agar pelaku rasisme segera ditangkap.

Selain itu, kata Paul, RJK serta tokoh publik lainnya tidak menyebarkan gambar ataupun tulisan-tulisan yang dapat saja dinilai negatif oleh masyarakat guna menjaga situasi keamanan tetap terjaga dan terkendali.

“Kita kan tidak tahu tujuan beliau ini apa, tetapi lebih baik dia memberikan steatmen di media agar penegak hukum secepatnya menangkap pelaku yang melakukan tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya,”tandas Paul.

Padahal Menkopulhukam, Panglima TNI dan Kapolri hari ini mendatangi Papua Barat  untuk memastikan situasi kembali kondusif.

Anda mungkin juga berminat