Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sumur Minyak dan Kantor PT Pertamina EP Klamono di Palang Warga

0 143

Klamono, TN – Warga dari tiga marga yang tinggal di sekitar eksplorasi minyak oleh PT Pertamina EP Asset 4 Papua Field di Klamono, memalang kantor dan sumur minyak perusahaan tersebut. Mereka menuntut kejelasan pembayaran hak ulayat yang sudah disepakati sejak tahun 2010, dan belum terealisasi hingga kini.

Kapolsek Beraur, Ipda Haroan Rajagukguk SH melalui Paur Humas Polres Sorong, Ipda Amiruddin menjelaskan, tiga marga yang menutut hak itu berasal dari Marga Idik, Marga Klawom dan Mabrigoffok. Sedikitnya ada 11 poin tuntutan yang hingga kini belum terealisasi semua.

“Dari 11 tuntutan itu, 3 poin ditujukan ke Pertamina, dan selebihnya tuntutan ke Pemerintah,” kata Haroan.

Sebelumnya, perwakilan warga dari 3 marga itu sudah menelusuri kejelasan tuntutan mereka yang pernah disampaikan pada tahun 2010 silam. Beberapa waktu lalu, sekitar 5 orang perwakilan berangkat ke Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi.

Di Jakarta, mereka diterima Sekretaris Negara dan diarahkan untuk ke Pertamina dan ke Kementerian BUMN. Sebelumnya, mereka sudah menanyakan kejelasan aspirasi itu ke Bupati Sorong dan Gubernur Papua Barat.

“Dengan Pertamina sudah ketemu. Sedangkan waktu ke Kementerian BUMN, mereka tidak bertemu dengan orang yang bisa menjelaskan tuntutan mereka. Dari situlah mereka akhirnya kecewa, dan langsung kembali pulang ke Sorong, melakukan pemalangan fasilitas Pertamina,” jelas Haroan.

Area sumur eksplorasi juga tak luput dari sasaran pemalangan.

Pemalangan yang berlangsung sejak Minggu, 15 September 2019 ini, masih berlangsung hingga Senin (16/9/2019) siang. Kendati demikian, menurut Haroan, tidak sampai terjadi kerusuhan yang dilakukan warga. Mereka hanya mendirikan tenda untuk menginap di kantor Pertamina EP 4 Klamono.

“Situasi kamtibmas sampai saat masih ini tetap aman dan terkendali. Adapun masih di palangnya kantor dan 1 sumur minyak, tidak sampai mengganggu aktivitas opsnal. Di areal SPU (tempat penyimpanan minyak)  dan PLTD masih berjalan normal,” urai Haroan.

Anggota pengamanan Obyek Vital Nasional sebanyak 6 personil, masih bersiaga di areal Pertamina dan sumur Klamono.

Anda mungkin juga berminat