Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Suku Kei dan Adonara Tandatangani Perjanjian Kerjasama dengan BPJS

0 596

Sorong, TN – Dua kepala suku yang ada di Sorong Raya, mengikat Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat, Jumat (29/11/2019) sore. Mereka berharap para anggotanya yang mayoritas pekerja non penerima upah, bisa menjadi peserta untuk mendapatkan perlindungan sosial.

Suku yang mengikat perjanjian kerjasama kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini adalah Mualif Renwarin, selaku Ketua Suku Kei yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong, serta Kornelis Kopong Ola, Ketua Umum Ikatan Keluarga Adonara Kota dan Kabupaten Sorong.

“Masyarakat Kei yang ada di Sorong Raya ini sekitar 70 ribu orang, dimana 80 persennya adalah pekerja non penerima upah. Kalau tidak ada perlindungan sosial seperti ini, siapa lagi yang menjamin biaya mereka ketika terjadi kecelakaan kerja,” kata Mualif, usai penandatangan PKS.

Melalui organisasi suku, pihaknya akan mensosialisasikan kepada anggotanya, mengenai pentingnya perlindungan sosial yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Mualif, dengan nominal iuran yang hanya 16.800 per bulan, sangat cocok dengan kondisi masyarakat Suku Kei di Kota dan Kabupaten Sorong, yang mayoritas pekerja bangunan.

“Iurannya memang kecil, tapi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat kami yang rata-rata tingkat ekonominya di bawah. Kami sangat bersyukur bisa bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan ini,” kata Mualif.

Meski kepesertaannya adalah mandiri dengan status sebagai pekerja non penerima upah, Mualif akan mengkoordinir para anggotanya itu untuk pendaftaran di BPJS, agar lebih tertib. “Nanti yang bayar iuran masing-masing anggota, bukan kami sebagai lembaga,” tandasnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Kornelis Kopong Ola, Kepala Suku Adorana. Program perlindungan sosial dengan iuran yang sangat ringan ini, akan dia sosialisasikan ke seluruh anggotanya yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong.

“Kalau dipikir, uang Rp 16.800 itu bisa dapat apa sih? Untuk beli rokok saja tidak cukup. Tapi dengan uang sekecil ini yang dibayarkan setiap bulan, masyarakat kami bisa mendapatkan jaminan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Manfaat ini yang bagi kami sangat luar biasa,” tandas Kornelis.

Adonara adalah salah satu tungku yang bernaung di bawah payung besar Flobamora. Flobamora sendiri merupakan akronim bagi segugus kepulauan di bagian Selatan Indonesia dengan 3 pulau induk, Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor yang diapit oleh puluhan pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Sabu, Pulau Rote, Pulau Semau, Pulau Alor, dan lain-lain. Gugusan kepulauan tersebut, dalam konteks admnistrasi wilayah pemerintahan dan geopolitik Indonesia sejak tahun 1958 digabungkan dalam suatu daerah provinsial yang dikenal dengan sebutan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dalam Flobamora in iada 23 tungku. Makanya, Adonara ini sebagai percontohan bagi tungku yang lain, untuk bisa ikut juga bergabung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Kornelis.

Sementara Mintje Wattu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat menjelaskan, dalam perjanjian kerjasama ini disebutkan, para anggota dari dua suku yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, akan menerima manfaat jaminan kecelakaan kerja, santunan kematian dan jaminan hari tua sesuai dengan prosedur klaim dan peraturan perundangan yang berlaku.

“Nilai upah pelaporan yang menjadi dasar perhitungan penetapan iuran adalah Rp 1 juta. Nilai ini diambil dari nilai terendah pada program ‘peserta bukan penerima upah’,” jelas Mintje.

Untuk pembayaran iurannya sendiri, kata Mintje, bisa dilakukan secara periodik, mulai 1 bulanan, 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan.

“Masa perlindungan sosial ini akan berlaku selama peserta masihaktif melakukan pembayaran iuran,” tandasnya.

Dengan adanya kerjasama ini, Mintje berharap bisa ditiru pada Kepala Suku atau paguyuban suku lain yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong, atau juga di Provinsi Papua Barat. “Masing-masing Kepala Sukunya bisa mengkoordinir, dan mengikat kerjasama dengan kami,” pungkas Mintje. **

Anda mungkin juga berminat