Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Study Tiru Bidang Pariwisata Dan Kesan Peserta Kelompok Masyarakat Raja Ampat

0 135

Sleman, TN- Kegiatan “Study Tiru” bidang Pariwisata yang diikuti kelompok masyarakat Raja Ampat sebanyak 24 orang dari wilayah Misool, Kofiau dan Kepulauan Sembilan di desa Wisata Penting Sari, kabupaten Sleman Yogyakarta, mendapat tanggapan positif.

Tokoh masyarakat sekaligus Bamuskam kampung Atkari distrik Misool Utara, kabupaten Raja Ampat, Arsis Rauf, yang juga merupakan peserta kegiatan, mengatakan antusias dengan kegiatan terkait pariwisata yang melibatkan masyarakat kampung di Sleman Yogyakarta.

Tokoh masyarakat sekaligus Bamuskam kampung Atkari, Arsis Rauf.

“Saya sangat antusias sekali, apalagi sebagai aparat kampung, ikut kegiatan peningkatan kapasitas buat kami lebih berguna, untuk disampaikan buat masyarakat di kampung nantinya. Jujur saja kalau sebelumnya saya tidak terlalu paham tentang dunia wisata, saya tau Raja Ampat terkenal dengan pariwisata, tapi belum paham bagaimana memulainya untuk mengembangkan wisata di kampung nanti,” ujar Arsis Rauf kepada teropongnews.com.
Tokoh Pemuda kampung Lilinta, Mustari Umkabu.

Senada dengan Arsis Rauf, tokoh Pemuda kampung Lilinta distrik Misool Barat, Mustari Umkabu, Tokoh Pemuda kampung Lilinta, mengatakan baru pernah ikuti shering dan diskusi tentang pengembangan wisata bersama masyarakat di desa wisata Penting Sari di Sleman Yogyakarta. Ia pun mengaku baru pernah ikut kegiatan seperti itu, menurutnya program dinas Pariwisata seperti itu, garus ditingkatkan kepada masyarakat di Raja Ampat.

“Saya berterimakasih kepada Dinas Pariwisata tetapi juga bapak Reynold Bula, yang sudah ajak saya untuk ikuti kegiatan study tiru ini, semoga apa yang saya pelajari dan diajari langsung oleh masyarakat di desa wisata itu, saya bisa kembangkan di kampung nanti, apalagi anak-anak muda di kampung juga banyak yang brlum paham” imbuh Mustari.

Apolos Dimara, tokoh masyarakat kampung Wejim, distrik Kepulauan Sembilan, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya apabila hanya belajar lewat sosialisasi saja, itu belum cukup untuk memahaminya. Namun, ketika mengikuti kegiatan Study Tiru, dimana teori dan kemudian mempraktekannya, dirinya semakin paham tentang pengembangan pariwisata.

“Kalau di desa wisata Penting Sari, disitu kami belajar sambil praktek, jadi saya semakin paham, kalau kita hanya teori lewat sosialisasi, belum tentu banyak masyarakat yang bisa paham seperti ini,” jelas mantan kepala kampung Wejim ini.

Selama 3 hari berada bersama masyarakat desa wisata Penting Sari, berdasarkan pantauan media ini, seluruh peserta dari kabupaten Raja Ampat sangat antusias ada dalam kegiatan yang sifatnya belajar dan meniru kemajuan pariwisata di kampung wisata tersebut.

Sekretaris Dinas Pariwisata Raja Ampat, dr. Engelbert Wader, berharap kedepan dan sekembalinya 24 orang itu ke kampung mereka masing-masing, ada sesuatu yang mereka buat untuk mengembangkan potensi wisata di kampung mereka berdasarkan ilmu yang baru mereka terima. “Setidaknya mereka bisa merubah konsep pengelolaan homestay di kampung mereka masing-masing,” harap Wader.

Anda mungkin juga berminat