Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Soleman Dimara Minta DPD Golkar PB dan DPP Segera Nonaktifkan SW Dari Ketua DPD Golkar Raja Ampat

0 321

Waisai, TN- Kasus korupsi yang menjerat ketua DPD II partai Golongan Karya (Golkar) kabupaten Raja Ampat, SW, mendapat protes keras dari Sekretaris DPD II partai Golkar Raja Ampat, Soleman Dimara.

Menurut Dimara, kasus tersebut secara tidak langsung telah mencoreng nama baik serta elektabikitas partai Golkar, terutama DPD II Golkar kabupaten Raja Ampat.

Terkait persoalan hukum ketua DPD II Golkar Raja Ampat, SW. Soleman Dimara minta kepada DPD I dan DPP Golkar untuk memberikan sangsi tegas kepada kader Golkar yang tersandung kasus korupsi.

”Kepada DPD I dan DPP harus mengambil sikap tegas untuk memberikan sanksi kepada SW yang nota bene sebagai ketua DPD II Golkar Raja Ampat. Kalau mau kasih sanksi yah harus kasih. Kalau mau dikeluarkan ya keluarkan, supaya tidak terkesan bahwa Golkar melindungi oknum-oknum yang tersandung kasus korupsi,” ujar Soleman Dimara, kepada awak media di Waisai, Selasa (11/2).

Dikatakan, saat ini dalam kepemimpinan Airlangga Hartato sebagai ketua umum partai Golkar. Partai Golkar sedang memperbaiki nama baik partai, dari segala persoalan yang dilakukan para kadernya yang terjerat kasus hukum.

Dimara kemudian mendesak DPD I Golkar Papua Barat dan Dewan Pimpinan Pusat partai Golkar agar segera nyatakan sikap tegas terhadap kader partai yang terjerat kasus korupsi, sehingga tidak terkesan partai Golkar melindungi oknum-oknum kader yang terjerat persoalan hukum.

“Saya minta DPD Golkar Papua Barat dan DPP harus nyatakan sikap tegas terhadap kader yang bermasalah, apalagi yang terjerat kasus korupsi, jika tidak partai akan dinilai terkesan melindungi oknum-oknum kader yang bermasalah dengan hukum,” tegasnya.

Dikatakan, kasus SW jika tidak diseriusi oleh DPD I dan DPP akan berdampak negatif dan imbasnya pada Pilkada tahun 2020 serta menurunkan elektabilitas partai.

Sebagai kader partai Golkar, Soleman Dimara, berharap Golkar di Raja Ampat kedepan dapat melihat peluang diambang Pilkada 2020. Sebab menurutnya, siapa pun yang bersedia maju dalam Pilkada melalui partai Golkar harus mempunyai tiga indikator.

“Sebagai kader, saya berharap partai Golkar dapat melihat peluang yang sudah ada diambang pintu Pilkada. Saya pernah naikan status di media sosial bahwa siapapun yang maju dalam Pilkada melalui partai Golkar harus mempunyai tiga indikator. Yang pertama harus punya elektabilitas, kedua aksebilitas dan yang ketiga harus mempunyai visitas,” jelasnya.

Anda mungkin juga berminat