Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sidang Lanjutan Noval Ajuan, Menghadirkan Saksi Meringankan

0 280

Sorong, TN- Terdakwa kasus penganiayaan terhadap anak dibawah umur, Noval Ajuan, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri kelas IB Sorong, dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan, Selasa (28/5).

“Dalam sidang kali ini, kami menghadirkan saksi meringankan supaya majelis hakim bisa melihat fakta sebenarnya yang terungkap di persidangan nanti, terkait dengan perbuatan klien kami,” ujar Penasehat hukum terdakwa, Jatir Yudha Marau, S.H, kepada wartawan di kantor PN Sorong.

Dikatakan, sebelumnya dari pihak keluarga terdakwa sudah mendatangi keluarga korban, dan disitulah telah terjadi kesepakatan damai antara kedua belah pihak, baik keluarga terdakwa maupun keluarga korban.

“Saksi yang kami hadirkan ini juga telah mendatangi keluarga korban yang mana telah ada suatu perdamaian, dan mengakui perbuatan itu adalah salah, apalagi masalah ini juga masih dalam lingkup kekeluargaan, karena korban dan pelaku sama-sama dari Maluku Utara,” jelasnya.

Terhadap masalah tersebut, kata Yudha, pihaknya telah melakukan mediasi dan kedua belah pihak telah berdamai. Hanya saja karena proses hukumnya sudah sampai pada tahap pembuktian, sehingga pihaknya tetap menjalankan proses persidangan sampai selesai.

Pihaknya berharap dengan adanya proses perdamaian itu, akan menjadi pertimbangan khusus dari majelis hakim.

3 orang saksi yang dihadirkan, sebagai saksi meringankan diantaranya, isteri dan ibu kandung terdakwa, serta saksi mata yaitu pedagang warung makan yang ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebelumnya pada sidang perdana dengan agenda dakwaan JPU, Hendrik Siahaan, S.H, yang dibacakan Jaksa pengganti, Sastra Adi Wijaksana, S.H, dijelaskan pemukulan yang dilakukan terdakwa Noval Ajuan, terhadap korban AFR (16), terjadi pada Senin, 11 Desember 2018, sekitar pukul 09.00 wit, di jalan Selat Sagawin Kelurahan Remu Selatan, tepatnya di depan warung gorengan Batem.

Atas perbuatannya itu, terdakwa dikenakan pasal 80, junto pasal 76 C UU Nomor 17 tahun 2016 tentang peneratapan Perppu Nomor 01 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sidang yang dipimpin Willem Dependoye, SH sebagai hakim ketua, bersama hakim anggota, Ismael Wael, SH, serta Rais Hidayat, SH, itu kemudian dilanjutkan pada 17 Juni 2019 mendatang, dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Anda mungkin juga berminat