Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sidang Lanjutan Kasus Kayu Olahan 81 Konteiner, Jaksa Tolak Eksepsi Ming Ho

0 1.555

Sorong, TN- Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sorong menolak eksepsi Henock Budi Setyawan alias Ming Ho anak Parman, pemilik 81 konteiner kayu olahan yang ditangkap tim Gakkum KLHK di Surabaya, pada sidang ketiga kasus tindak pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Pengadilan Negeri Sorong, Senin (27/5).

Sidang dengan agenda tanggapan atau jawaban Jaksa atas eksepsi terdakwa Ming Ho itu, secara tegas Jaksa Penuntut Umum menolak seluruh keberatan (eksepsi) terdakwa Ming Ho, yang disampaikan oleh penasehat hukumnya pada sidang kedua, Rabu (22/5) lalu. Alasan jaksa, eksepsi yang diajukan kuasa hukumnya tidak mendasar.

“Kami Jaksa Penuntut Umum tidak sependapat dengan eksepsi penasehat hukum terdakwa. Karena menurut hemat kami, eksepsi yang disampaikan penasehat hukum terdakwa tidak mendasar dan sudah masuk pada pokok perkara, sehingga eksepsi tersebut lebih tepat disampaikan dimuka persidangan dalam acara nota pembelaan atau pledoi,” demikian yang tertulis dalam tanggapan JPU atas nota keberatan (eksepsi) terdakwa Ming Ho yang dibacakan, JPU, Haris Suhud, S.H dan Imran, S.H.

Dalam sidang tersebut, berdasarkan isi tanggapan JPU atas nota keberatan (eksepsi) yang disampaikan penasehat hukum, dalam perkara atas nama terdakwa Henock Budi Setyawan alias Ming Ho anak Parman minta agar majelis hakim, menyatakan menerima surat dakwaan penuntut umum, menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa Henock Budi Setyawan alias Ming Ho anak Parman dan melanjutkan persidangan perkara tersebut.

Penasehat Hukum Ming Ho, Alexi Sasube, S.H. foto wim/TN.

Sementara itu, Penasehat Hukum terdakwa, Alexi Sasube, S.H, kepada awak media usai menjalankan sidang, mengatakan pihaknya akan tetap berpegang pada eksepsi yang disampaikan kepada majelis hakim dalam persidangan.

“Meski dari Jaksa mengjukan penolakan atas eksepsi klien kami, kami tetap berpegang pada eksepsi kami, meskipun itu akan menjadi bahan efaluasi kami. Kami serahkan sepenuhnya kepada majelis hakim yang memutuskan,” ujar Alex Sasube.

Selain itu dikatakan, pihaknya juga sedang mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim, karena kesehatan dari kliennya sedang terganggu.

“Sebetulnyanitu update dari pengajuan sebelumnya, karena ada penyakit beliau memang dibagian leher yang tiba-tiba ada gangguan, jadi itulah yang menjadi dasar kami mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap klien kami,” jelasnya.

Sidang ketiga dengan agenda tanggapan atau jawaban Jaksa atas eksepsi terdakwa atas nama Henock Budi Setyawan alias Ming Ho anak Parman itu, dipimpin oleh majelis hakim, Hanifsar, S.H, M.H, didampingi hakim anggota, Donald Sopacua, S.H, dan Dinar Pakpahan, S.H, M.H.

Anda mungkin juga berminat