Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Loury da Costa, S.H : Sesuai Fakta Persidangan, Jaringan Narkoba Masih ada Dalam Lapas Sorong

0 497

Sorong, TN- Loury da Costa, S.H, Kuasa Hukum terdakwa kasus peredaran narkotika jenis Sabu, atas nama Ode Satria, kepada media mengatakan, dalam sidang perdana pada Selasa (8/10) kemarin, di Pengadilan Negeri Sorong, dalam fakta persidangan terdapat sejumlah kejanggalan.

“Untuk terdakwa atas nama Ode Satria, kami menemukan dalam fakta persidangan ada kejanggalan-kejanggalan yang kami dapati sedikit tidak sinkron,” ujar Loury da Costa.

Dikatakan, setelah pembacaan dakwaan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. “Saksi yang dihadirkan adalah tiga anggota Polisi dari Polres Sorong. Mereka menyampaikan bahwa kronologis penangkapan itu yang bersangkutan (Ode Satria) diduga melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu,” jelasnya.

Lanjutnya, pada waktu pemeriksaan di persidangan, ketiga saksi tersebut, menyampaikan bahwa Ode Satria diminta tolong oleh saudara Husni (terpidana) yang sedang berada di dalam Lapas kelas IB Sorong, untuk mengantar paket kepada seseorang di kawasan Rufei kota Sorong.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari terdakwa Ode Satria, orang tersebut adalah berinisial (OB).

“Yang menjadi pertanyaan bagi kami sebagai Kuasa Hukum, kenapa proses pemeriksaan BAP saudara Husni (terpidana) yang tertulis dalam dakwaan masuk dalam DPO padahal yang bersangkutan masih berada di dalam Lapas, namun kenapa Husni ini tidak diperiksa oleh Penyidik Polres Sorong,” terang Ketua PBHKP Sorong itu.

“Lalu kemudian pengembangan untuk OB yang namanya disebut oleh terdakwa. pada saat penangkapan terdakwa, kenapa yang bersangkutan tidak ditangkap pada saat sedang melakukan transaksi dengan OB, akan tetapi yang besangkutan (terdakwa) malah ditangkap saat mengambil barang haram itu, pada hal polisi bisa saja mengikuti terdakwa saat itu sampai proses transaksi dengan orang yang berinisial OB di kediamannya di Rufei, tapi itu tidak dilakukan, itu yang menjadi pertanyaan kami sebagai kuasa hukum,” jelas Loury da Costa.

Dikatakan bahwa, ketidaksingkronnya fakta yang tertulis dalam dakwaan bahwa saudara Husni (terpidana) itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) padahal kenyataannya tidak, yang bersangkutan (Husni) sampai saat ini masih berada di dalam Lapas. Menurutnya, ini juga yang menjadi kejanggalan besar dan harus dibongkar dalam sidang lanjutan nanti.

Berdasarkan fakta persidangan, dimana terdakwa menerima 1 bungkus rokok Marlboro warna putih biru, yang di dalamnya berisikan 2 plastik kecil narkotika jenis Sabu dari Husni (Daftar Pencarian Orang, nomor DPO/17/VII/2019/Res Narkoba) dan terdakwa menjadi perantara dalam jual beli, dimana narkotika jenis sabu tersebut akan terdakwa serahkan kepada pembeli di daerah Rufei kota Sorong. Dan setelah mengantarkan narkotika jenis sabu kepada pembeli, keesokan hari biasanya terdakwa diberikan upah sebesar Rp150 ribu dari Husni.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut, dipimpin oleh majelis hakim, Donald F Sopacua, S.H dan Gracelyn M Manuhutu, S.H.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadir dalam sidang perdana tersebut adalah Imam Ramdhoni, S.H.

Anda mungkin juga berminat