Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sensus Penduduk 2020, Warga Kota Sorong Diminta Beri Data Akurat

0 185

Sorong,TN – Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus penduduk 2020. Sensus penduduk akan dilakukan dengan metode online (secara mandiri lewat sensus.bps.go.id) pada 15 Februari – 31 Maret 2020 dan Sensus Penduduk wawancara (didatangi petugas untuk diwawancara menggunakan kuesioner) pada  1 – 31 Juli 2020.

Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau mengimbau kepada masyarakat kota Sorong agar memberikan data kependudukan yang akurat dan tidak mempersulit petugas BPS yang hendak melakukan pendataan di rumah.

“Masyarakat kota Sorong yang tersebar di wilayah hukum kota Sorong, tahun ini akan dilakukan pendataan sensus secara nasional. Jadi dalam waktu dekat panitia sensus penduduk akan datang di rumah masing-masing, untuk itu saya mohon kepada masyarakat siapkan diri siapkan data untuk memberikan datanya yang akurat kepada petugas, karena data ini sangat penting sekali bagi BPS melakukan penghitungan jumlah penduduk di kota Sorong,”jelas Walikota Sorong di sela-sela kegiatan Sosialisasi sensuss penduduk yang digelar BPS kota Sorong Di gedung Samusiret, Senin (17/02).

Dikatakan Walikota, melalui perhitungan yang dilakukan oleh BPS secara nasion dapat dijadikan sebagai indikator utama atau tolak ukur untuk membangun suatu daerah. 

Terkait dengan pendataan penduduk yang masih menggunakan KTP Nasional, Walikota Sorong merasa kurang sependapat dengan hal tersebut. Yang mana menurutnya akan lebih banyak penduduk dari luar Sorong ikut didata.

“Aturan Mendagri, KTP nasional itu bisa berlaku secara nasional. Jadi penduduk itu bisa pindah dimana saja. Kalau menurut saya,  agak kontras dan tidak sependapat dengan itu. Biar saja yang ada di kota Sorong yang di sensuss, yang dari luar Sorong tidak usah diterima dulu. Karena  penduduk luar yang datang ke kota Sorong jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang ada sekarang ini, sementara tempat untuk kita menampung warga kota Sorong sudah semakin sempit,”ucap Walikota.

Sementara itu Kepala BPS Kota Sorong, Ir. Nurhaida Sirun mengatakan bahwa pencanangan sensuss penduduk, menuju satu data kependudukan sesuai dengan UU nomor 16 tahun 1997 tentang statistik Indonesia yang bersama-sama melakukan sensus penduduk 2020.

“Itu menjadi bentuk pengabdian kita untuk menghasilkan data kependudukan valid dan akurat yang tentunya akan sangat diperlukan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan dan perencanaan pembangunan di berbagai bidang. Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pun telah menyampaikan dukungannya pada pencanangan pelaksanaan SP2020 di istana negara pada tanggal 24 Januari yang lalu. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat kita untuk memberikan kontribusi semaksimal mungkin dalam mensukseskan sp2020,”terang Nurhaida Sirun.

Menurut Nurhaida, sensuss penduduk tahun 2020 ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya . Yang mana tahun ini BPS melakukan inovasi dengan mengintegrasikan data Dukcapil

sebagai data dasar-dasar administrasi kependudukan yang telah ada di Dukcapil.

“Penghitungan jumlah penduduk dan pengumpulan data dilakukan dengan dua metode, yakni metode online dan wawancara yang dilaksanakan pada tanggal  periode15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020. Masyarakat dapat mengupdate data kependudukan secara mandiri melalui situs sensus bps.go.id,”tambahnya.

Sedangkan sensus penduduk wawancara akan dilaksanakan pada periode 1 sampai dengan 31 Juli 2020, masyarakat yang belum mengisi data akan diwawancara oleh petugas yang direkrut oleh BPS.

Anda mungkin juga berminat