Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sekkot Minta Guru PAUD Kenalkan Permainan Tradisional Pada Anak

0 120

Ambon, TN – Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, A.G.Latuheru meminta para guru PAUD se-Kota Ambon dapat terus memperkenalkan Permainan Tradisional kepada anak-anak didiknya.

“Kami berharap, permainan-permainan tradisional yang semakin menghilang, dapat dikenalkan kembali kepada anak-anak kaum milenial. tradisi-tradisi ini merupakan tradisional lokal untuk dikenalkan supaya mereka tidak melupakan budaya-budaya yang ada,” kata Sekkot saat membuka Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2019, Jumat (6/12) di Pattimura Park. Demikian siaran pers yang diterima Teropongnews.com, di Ambon, Sabtu (7/12).

Menurut Sekkot, permainan tradisional yang menjadi permainan wajib anak-anak hingga era 90an adalah permainan-permainan yang bersifat edukatif.

“Permainan yang mengutamakan kekompakkan, kerjasama, saling menghargai, mendidik mereka untuk bagaimana mampu bersosialisasi dengan baik,” lanjut Sekkot.

Selain itu, lanjut Sekkot, permainan tradisional dengan sendirinya membantu menjauhkan anak-anak dari kebiasaan memegang gadget.
“Kenapa kegiatan ini disosialisasikan lagi, supaya anak tidak lagi disibukkan dengan Gadget, tetapi harus diperbiasakan dengan permainan tradisional,” imbuh Sekkot.

Sementara itu, Kepala Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohy, menambahkan, selain memperkenalkan permainan-permainan tradisional kepada anak-anak, kegiatan Gebyar PAUD juga dilakukan dalam rangka mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO.

“Kita melihat subtansi dari kegiatan ini, bagaimana pola permainan anak-anak ini dikembalikan ke era 60-an, dan bagaimana dengan permainan unik dan klasik kedaerahan ini dapat menciptakan kerjasama yang baik antar anak-anak,” kata Kadis.

Diketahui, Permainan tradisional yang ditampilkan dalam acara Gebyar PAUD dimaksud antara lain, lemon nipis, lengkalileng, pak polisi, domikado, sekolah batu, dan mewarnai untuk kelas bermain kolose untuk anak TK, melibatkan PAUD-PAUD di 5 Kecamatan Kota Ambon.

Anda mungkin juga berminat