Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sebulan, Polres Sorong Kota Ungkap 7 Kasus Narkoba

0 398

Sorong, TN –Dalam sebulan, jajaran Sat Narkoba Polres Sorong kota berhasil mengungkap 7 kasus Narkoba,  dengan 3 orang tersangka pengedar sabu, 3 orang pengedar Ganja, dan 1 orang pelaku pembuat Miras Ilegal jenis sopi. Masing-masing tersangka berinisial RT, MS, MN, SU,TG, MU, dan AJ.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Sorong Kota AKBP Mario Christy P. Siregar S.Ik melaui Kasat Narkoba AKP Wisnu Prasetyo SH,.S.Ik saat menggelar press release di Mapolres Sorong Kota, Selasa (12/02).

“Tujuh tersangka yang kita amankan terdiri dari 3 orang pengedar ganja, 3 orang pengedar sabu, dan 1 orang pelaku pembuatan Miras. Masing-masing pelaku ditangkap dilokasi yang berbeda,”ujar Wisnu.

Wisnu menyebutkan, RT ditangkap di jalan Basuki Rahmat belakang hotel Meridien, pada 03 Januari 2019 dengan barang bukti 1 bungkus plastic sabu seberat 0,3460 gram.

MU ditangkap di Jalan Nangka, Aimas, Kabupaten Sorong pada 08 Januari 2019 dengan barang bukti 2 bungkus plastic kecil berisi sabu seberart 0,27 gram.

MS ditangkap di jalan F. Kalasuat Malanu, kota Sorong pada 12 Januari 2019, dengan barang bukti 15 bungkus kertas berisikan ganja.

TG ditangkap di jalan Wijaya Kusuma komplek Kamnas, Klademak pada 10 Januari 2019 dengan barang bukti ganja seberat 14,41 gram.

MN ditangkap di jalan selat Kabu, Remu Selatan pada 17 Januari 2019, dengan barang bukti 1 bungkus plastic kecil berisi sabu, dan uang tunai Rp.500.000 hasil penjualan sabu.

SU ditangkap di jalan F. Kalasuat, Malanu pasir pada 05 Februari 2019, dengan barang bukti 2 bungkus plastic besar berisi ganja seberat 81,9 gram.

Sementara  AJ ditangkap di jalan Danau Tempe, kelurahan Tampa Garam, kota Sorong pada 05 Januari 2019 karena memproduksi Miras Ilegal jenis Sopi.

“Dari keenam tersangka pengedar ganja dan sabu, kita jerat dengan undang-undang Narkotika 112 sub pasa 127 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun,”jelas Wisnu.

Sedangkan untuk pelaku pembuatan Miras dijerat dengan Undang-undang pangan dengan pasal 204 KUHP atau 135 UU RI nomor 18 tahun 2012.

 

Anda mungkin juga berminat