Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Satpol PP Fakfak Pastikan AkanTutup Tempat Penjualan Miras

0 21

Fakfak,TN – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Sapol PP Kabupaten Fakfak, Arif H Rumagesan, memastikan bahwa, pihaknya segera melaksanakan instruksi Gubernur Papua Barat, untuk menutup tempat-tempat peredaran dan penjualan minuman keras atau miras.

Penutupan sementara tempat-tempat peredaran dan penjualan miras ini, dimaksudkan untuk menjaga situasi yang kondusif di daerah, menjelang dan setelah Pemilu. Demikian dijelaskan Arif Rumagesan, yang saat ini sedang beradas di Sorong, melalui sambungan telepon.

“Senin 8 April kemarin, dalam rapat yang dihadiri seluruh Bupati dasn Wali Kota, Kapolres, Dandim, Kepala Kesbang Linmas dan Kasatpol PP seluruh Papua Barat, Gubernur memberikan instruksi bahwa untuk menciptakan kondisi Pemilu yang aman dan tertib, maka perlu ada tindakan kongkrit. Salah satunya adalah menutup sementara tempat-tempat penjualan miras dan peredaran miras, seperti toko, hotel, bar, diskotik, karaoke, terhitung mulai tanggal 10 April 2019 hingga 24 April2019,” jelas Arif.

Lebih lanjut disampaikan, pihaknya akan meminta bagian hukum Setda Fakfak, untuk segera membuat instruksi bupati agar Bupati segera menandatangani.

“Sebenarnya, instruksi Gubernur yang lebih tinggi itu, bisa segera kami laksanakan. Tetapi kami juga ingin penguatan dengan instruksi bupati. Setelah itu, kami akan langsung menerapkan kebijakan sesuai instruksi tersebut,” imbuh Arif.

Nampaknya, pemerintah sangat menyadari bahwa, peredaran miras membuat situasi suatu daerah berpotensi rawan. Apalagi, perhelatan Pilpres 2019 ini, diprediksi membuat situasi daerah menjadi “kuning”.

Gubernur Papua Barat, dalam suratnya nomor 270/509/G-PB/2019 yang ditujukan kepada seluruh Walikota dan Bupati di Papua Barat, selain menutup sementara tempat panjualan dan peredaran miras, Gubernur juga meminta agar pemerintah daerah mendukung penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 dengan memberikan dukungan sarana dan prasaranan, seperti transportasi logistik Pemilu, tenaga medis, hingga memastikan ketersediaan pasokan listrik di PPD atau kantor distrik, serta meminta aparatur untuk menjaga netralitas Penyelenggara Pemilu dan Pengawas Pemilu dalam Pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 ini.

Anda mungkin juga berminat