Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sat Pol Air Polres Raja Ampat Tangkap 4 Pelaku Bom Ikan, Satu Dibawah Umur

0 359

WAISAI, TN – Satuan Polisi Perairan Polres Raja Ampat berhasil menangkap empat pelaku bom ikan di perairan pulau PAM yang berbatasan dengan Pulau panjang Distrik Waigeo Barat Kepulauan Raja Ampat, minggu (03/6/18). Para pelaku bereaksi menggunakan perahu motor tempel (longboat). 

Kapolres Raja Ampat AKBP Edy Setyanto yang didampingi, Wakapolres, Kompol Hengky Kristanto Abadi dan Kasat Polair Polres Raja Ampat, Ipda Haruni Hega, dalam Press Reales menyampaikan penangkapan empat pelaku bom di perairan Raja Ampat ini, berkat laporan masyatakat. Setelah laporan kami terima, kami langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan patroli ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) 

“Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa tempat mereka kerap terjadi aksi pengeboman ikan. Sehingga Sat Pol Air langsung melakukan patroli. Pada saat Patroli,   anggota melihat ada aktifitas laut didaerah tersebut. Karena merasa curiga, mereka lalu mendatangi. Dan benar saja, itu adalah para pelaku pengeboman ikan”, jelas Kapolres Raja Ampat AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo, dalam  press rilis di Mapolres Raja Ampat, Selasa (5/6/2018). 

Lanjut Kapolres, saat Sat Pol Air ingin melakukan penangkapan, para pelaku melakukan perlawan. Dan sempat terjadi aksi baku kejar antara Patroli Pol Air dan para pelaku selama 30 menit. Anggota dilapangan sempat melakukan tembakan peringatan untuk menghentikan para pelaku. 

“Sempat terjadi kejar-kejaran selama 30menit dan beberapa kali anggota dilapangan mengeluarkan tembakan peringatan. Namun para pelaku belum juga berhenti. Sehingga terpaksa kami melakukan tembakan ke lambung perahu, barulah para pelaku berhenti” terang Edy. 
Dari penangkapan tersebut, Kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 1 Unit perahu longboat, dua unit mesin motor tempel 40 PK, merek Yamaha, 20 buah bom ikan siap ledak berbagai ukuran, satu unit kompresor merek SHARK lengkap, sejumlah bahan-bahan peledak untuk digunakan sebagai bom ikan dan sejumlah barang bukti pendukung lainnya. 

Dalam kasus ini, dikarenakan satu dari empat pelaku merupakan anak di bawah umur, maka pihak kepolisian hanya melakukan proses hukum terhadap tiga pelaku yang berusia dewasa. Dan pelaku di bawah umur dilakukan proses Diversi.

Para pelaku telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan mereka dikenakan pasal berlapis tentang pencobaan Tindak Pidana Perikanan dan kepemilikan bahan peledak sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 84 ayat (1) junto pasal 8 ayat 1 undang-undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan Undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan junto pasal 53 KUHPidana dan atau pasal 1 ayat (1) undang-undang RI nomor 12 tahun 1951 tentang undang-undang darurat dengan ancaman maksimal hukuman mati/seumur hidup dan minimal 20 tahun penjara.

Empat pelaku yang diamankan masing-masing, La Fahruddin (49), pimpinan kelompok pembom ikan, yang merupakan warga pulau Ram, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Ferdinand Obinaru alias Koko, alias Frans (23), warga pulau Ram, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Alfandi Samuel Rumkorem (19), warga pulau Ram, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, serta AY (17) yang merupakan anak di bawah umur. 

Saat ini tiga tersangka ditahan di rumah tahanan (rutan) Mapolres Raja Ampat hingga 20 hari kedepan sebelum dilimpahkan ke pihak Kejaksaan negeri Sorong. (*)