Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ribuan Pekerja BP Indonesia di Proyek LNG Tangguh di PHK

0 517

Sorong, TN – Ribuan pekerja di proyek LNG Tangguh yang dikelola BP Indonesia, akan dirumahkan untuk mempertahankan kegiatan hulu migas yang berkelanjutan dan kompetitif. Meski demikian, pemutusan hubungan kerja (PHK) ini tetap menjaga faktor keselamatan, kepatuhan dan kinerja perusahaan.

Demikian disampaikan Moektianto Soeryowibowo, head of country BP Indonesia kepada Teropongnews.com, Kamis (28/11/2019) malam melalui WhatsApp.

“Untuk mempertahankan kegiatan usaha hulu migas yang berkelanjutan dan kompetitif, yang di-benchmark terhadap operator-operator terbaik di dunia, BP Indonesia melakukan perampingan dan menyederhanakan kegiatan operasinya,” katanya.

Sementara dikutip dari Katadata.com, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menyatakan, langkah tersebut diambil demi efisiensi biaya proyek Tangguh.

Perusahaan asal Inggris itu berencana memangkas 20% dari sekitar 1.000 pekerjanya di Indonesia. Moektianto mengatakan restrukturisasi organisasi harus dijalankan demi mempertahankan kegiatan usaha hulu migas yang berkelanjutan dan kompetitif sesuai standar operator-operator migas besar lainnya. Biarpun begitu, perusahaan bakal tetap menjunjung keselamatan kerja.

“BP Indonesia melakukan perampingan dan menyederhanakan kegiatan operasinya dengan tetap menjaga faktor keselamatan, kepatuhan, dan kinerja perusahaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut langkah BP memecat karyawannya merupakan upaya efisiensi demi menekan cost recovery. Dwi membantah program restrukturisasi dilaksanakan karena iklim investasi hulu migas Indonesia yang kurang baik.

“Untuk BP Tangguh enggak. Saya kira upaya untuk efisiensi operasi, itu yang selalu didorong, kan masih rezim cost recovery,” ujar Dwi.

Lebih lanjut dia mengatakan jumlah pekerja yang dipecat oleh BP Indonesia tidak banyak. Dia pun yakin para pekerja BP Indonesia yang sudah ahli dalam bidang hulu migas bisa langsung mendapat pekerjaan di tempat lain, seperti proyek Blok Masela.

“Orang-orang ini kan expert, yang pasti bisa dipakai di tempat lain. Kalau dari proyek Tangguh misalnya, harapannya bisa memulai untuk Masela,”kata Dwi.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Pamalu, Galih W.Agusetiawan mengatakan, BP Indonesia saat ini tercatat sebagai penyumbang produksi siap jual (lifting) gas terbesar di Indonesia sejak tahun lalu. SKK Migas mencatat realisasi lifting gas bumi dari proyek Tangguh Blok Berau, Muturi, dan Wiriagar pada 2018 naik 11,63% menjadi 192 ribu Barrel Oil Equivalent Per Day (BOEPD) dibanding tahun sebelumnya. **

Anda mungkin juga berminat