Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Revisi RTRW Kabupaten Tambrauw, Kawasan Konservasi Tetap Terjaga

0 95

Sorong, TN – Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, sedang menyusun Revisi Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tambrauw. Hal itu disampaikan oleh staf ahli Bupati Tambrauw bidang sumber daya alam dan masyarakat adat, Dr. Sepus Fatem, M. Sc.

“Kabupaten Tambrauw hampir 80 persennya adalah kawasan hutan lindung dan cagar alam, serta kawasan konservasi pesisir dan laut berdasarkan peta kawasan hutan nomor 783 tahun 2014. Oleh karena itu Pemkab Tambrauw mencoba untuk mencari jalan tengah, mengakomodir kepentingan pembangunan dengan merevisi tata ruang, namun tetap menjaga keletasrian lingkungan itu juga,”jelas Sepus di Sorong, Kamis (05/11).

Dikatakannya, selama ini pemerintah sulit melakukan pembangunan karena bersentuhan langsung dengan status kabupaten  Tambrauw yang hampir 80 persenn wilayah administrasinya merupakan kawasan konservasi.

Setelah dilakukan revisi RTRW tahun 2019, fungsi hutan lindung yang tadinya 80 persen turun menjadi 70 persen, sehingga terdapat ruang untuk melakukan pembangunan di kabupaten Tambrauw.

“Mengapa harus diturunkan, yang tadinya status 77-80 persen menjadi  70 persen? Supaya ada ruang gerak untuk dilakukan pembangunan di kabupaten Tambrauw. Alasan kedua, masyarakat adat itu sudah ada sebelum terbentuknya kawasan hutan lindung di kabupaten Tambrauw dan kalau tidak ada ruang, jalan arteri, akses kampung itu tidak dibangun bagaimana masyarakat mau dilayani oleh pemerintah,”tutur Sepus.

Sepus menambahkan, rencana Revisi Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah kini sudah masuk tahap konsultasi publik dengan agenda peninjauan kembali RTRW alih fungsi kawasan hutan, selanjutnya akan dilakukan revisi hasil publik dan ditargetkan pada tahun 2020, kemudian dilakukan konsultasi lanjutan hingga ditetapkan RTRW tersebut menjadi Perda.

Sepus yang juga merupakan Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Papua itu memberikan dukungan dan apresiasi Bupati Tambrauw , Gabriel Asem SE, M.Si, karena berkat pola kepemimpinannya pembangunan akan tetap berjalan namun kelestarian lingkungan hidup itu tetap terjaga.

“Setelah konsultasi publik, ada pertemuan antara tim revisi tadi dengan Pemkab Tambrauw untuk membicarakan komitmen pada tiap distrik dan kampung mengenai alokasi kebutuhan kedepannyannya, agar bisa masuk dalam usulan ahli fungsi,”pungkasnya.

 

Anda mungkin juga berminat