Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Revisi Mekanisme Retribusi Jasa Pelayanan Kapal di Raja Ampat, Ini Poin-Poinnya

0 271

Waisai, TN – Dinas Perhubungan kabupaten Raja Ampat telah merevisi peraturan, khusus yang mengatur tentang mekanisme dan pembiayaan labuh dan tambat di pelabuhan Waisai. Hal ini dijelaskan Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan kabupaten Raja Ampat, Iwan Aldjokdja, kepada teropongnews.com, Selasa (8/10).

Dijelaskan, sebelumnya mengenai mekanisme dan tata cara yang mengatur Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pelabuhan Waisai telah tercantum dalam Peraturan daerah (Perda) nomor 8 dan 11 tahun 2011.

Namun menurutnya, Perda ini belum mengatur beberapa objek retribusi yang memiliki potensi penambahan PAD sejak pelabuhan Waisai berkembang, seperti penggunaan mooring buoy bagi kapal-kapal wisata yang berkunjung di Raja Ampat.

“Sehingga revisi dianggap perlu untuk membedakan poin-poin penting retribusi untuk potensi penambahan PAD pelabuhan Waisai, sehingga sejak Senin kemarin telah sah digunakan Keputusan Bupati Raja Ampat nomor 23 dan 24 tahun 2019 tentang penetapan perubahan tarif retribusi perizinan tertentu dan penambahan objek-objek retribusi perizinan tertentu ini,” jelas Iwan Aldjokdja.

Kepada teropongnews.com, Iwan Aldjokdja menunjukan poin-poin penting yang telah diatur terkait labuh dan tambat kategori Jasa pelayanan kapal yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan kabupaten Raja Ampat. Diantaranya:
I. Jasa labuh
1. Untuk kapal angkutan laut luar negeri dikenakan tarif 0,075 US dollar/GT/kunjungan dengan dikenakan biaya tambahan jika lebih dari 7 hari.
2. Untuk kapal angkutan dalam negeri, dibagi dalam kisaran:
5-10 GT, dikenakan Rp.50ribu/kunjungan
11-30 GT, dikenakan Rp.100ribu/kunjungan/etmal
31-100 GT, dikenakan Rp.150ribu/kunjungan/etmal
101-500 GT, dikenakan Rp.250ribu/kunjungan/etmal
Lebih dari 500, GT, dikenakan Rp.350ribu/kunjungan/etmal
3. Untuk kapal wisata dalam negeri
20-500 GT, dikenakan Rp.150/kunjungan
500 GT atau lebih, dikenakan Rp. 350/kunjungan
II. Jasa tambat
1. Kapal angkutan luar negeri, dikenakan 0,95 US dollar/GT/kunjungan/etmal
2. Kapal angkutan laut dalam negeri
– 5-10 GT, dikenakan Rp.75ribu/kunjungan/etmal
11-30 GT, dikenakan Rp.250ribu/kunjungan/etmal
31-100 GT, dikenakan Rp.350ribu/kunjungan/etmal
101-500 GT, dikenakan Rp.500ribu/kunjungan/etmal
Lebih dari 500 GT, dikenakan Rp.750ribu/kunjungan/etmal
3. Kapal wisata dalam negeri
20-500 GT, dikenakan Rp.250ribu/kunjungan/etmal
– lebih dari 500 GT, dikenakan, Rp.500ribu/junjung/etmal
4. Kapal wisata luar negeri 0,95 US dollar/GT/kunjungan/etmal

“Hal ini agar mekanisme yang kami lakukan bukan hanya untuk menambah PAD, tapi memiliki dasar hukum yang jelas. Dan para turis asing menanggapi dengan baik peraturan ini,” jelas Iwan Aldjokdja.

Anda mungkin juga berminat