Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Rehabilitasi Lahan Mangrove Di Sorong, Selamatkan Bumi dari Ancaman Perubahan Iklim

1 124

Sorong, TN-Keberadaan mangrove bagi kehidupan manusia dan mahkluk hidup lainnya yang ada di bumi sangat penting. Namun kenyataannya kerusakan mangrove di Indonesia terus terjadi. Tak terkecuali di kota Sorong Papua Barat.

Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Kota Sorong, Julian Kelly Kambu, menyebutkan kerusakan hutan mangrove di Sorong akibat penebangan secara liar dan mengalihfungsikannya sebagai lahan bisnis oleh masyarakat setempat, sehingga berdampak buruk bagi lingkungan.

“Mangrove memberi banyak manfaat bagi kehidupan kita. Mangrove merupakan ekosistem kaya karbon yang mampu mencegah pelepasan emisi karbon ke udara. Mangrove juga merupakan daerahnya biota laut mencari makan sekaligus tempat populasi ikan berkembang, hal ini sangat membantu mengatasi perubahan iklim yang terjadi,” ujar Kelly Kambu, kepada teropongnews.com, belum lama ini di Sorong.

Untuk melestarikan hutan mangrove di kawasan taman wisata manrove Klawalu kilo meter 10 kota Sorong, pihaknya bekerja sama dengan Komunitas Aksi Lingkungan Hijaukan Kota Sorong atau Komunitas Sa Liat Kota Sorong, melakukan rehabilitasi terhadap lahan manrove dengan menanam 1000 anakan mangrove dan bintanggor, guna menyelamatkan bumi dari ancaman perubahan iklim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Sorong, Julian Kelly Kambu, sedang menanam anakan pohon Manrove. Foto wim/TN.

“Kami menyediakan seribu anakan mangrove, bintanggor dan ketapang, ini kita sudah tanam sepanjang jalan yang sudah tandus di lokasi wisata mangrove kota Sorong ini,” imbuh Kepala Dinas PPLH Kota Sorong, Julian Kelly Kambu.

Lahan mangrove yang telah dialihfungsikan oleh masyarakat setempat sebagai lahan bisnis ini, oleh Dinas PPLH telah dianggap kritis dan perlu mendapat penanganan dengan cara melakukan rehabilitasi atau penanaman kembali.

Menurutnya, pelestarian kawasan mangrove menjadi penting, lantaran mangrove mempunyai banyak manfaat bagi kebutuhan masyarakat.

“Selain menjadi daya tarik wisata, manggove ini juga punya banyak manfaat, mangrove berfungsi sebagai rumah ikan, rumah kepiting, pemecah ombak, sebagai penyerap gas karbon dan sebagai filter masuknya air asin ke darat. Namun mangrove juga bisa membantu mengatasi perubahanniklim yang mengancam bumi saat ini,” jelasnya.

Hanya saja dirinya, merasa kecewa dengan kebiasan buruk masyarakat yang menebang mangrove sembarangan, guna untuk kebutuhan usaha sejumlah pengusaha, seperti usaha batu bata dan pembangunan gedung bertingkat serta usaha pembuatan tahu.

Kelly mengaku, ada dua kawasan yang perlu mendapat perhatian rehabilitasi lahan mangrove yaitu kawasan taman wisata mangrove Klawalu Sorong Timur dan kawasa muara kanal Victory kilo meter 10.

Kordinator aksi penanaman 1000 anakan Manrove, Susance Saflesa. Foto wim/TN.

Sementara itu, Kordinator Komunitas Aksi Lingkungan Hijaukan Kota Sorong, Susance Saflesa, mengatakan langkah yang diambil melibatkan pelajar, mahasiswa, dan beberapa NGO lingkungan serta berkordinasi dengangan dinas Lingkungan Hidup kota Sorong, sehingga aksi penanaman anakan mangrove bisa dilakukan.

“Langkah yang kami ambil ini, karna kami melihat penebangan mangrove ini berdampak pada abrasi air laut dan juga sangat mengganggu rumah bagi jenis-jenis ikan tertentu, sehingga kami harus bergerak cepat selamatkan pantai,” jelas Susance Saflesa.

Meski menanam mangrove bagi komunitas ini masih baru, namun selama ini Komunitas Aksi Lingkungan Hijaukan Kota Sorong ( Sa Liat Kota Sorong) intens melakukan penanaman dikawasn gunung, termasuk di kawasan danau Ayamaru kabupaten Maybrat.

“Kami, Komunitas Sa Liat Kota Sorong selama ini melakukan penanaman di kawasan gunung, namun kali ini kami harus selamatkan mangrove di kawasan pantai di kota Sorong ini, jelasnya.

YONAS SEO PAHLAWAN MANGROVE DARI SORONG

Yonas Seo, warga Victory Pantai Km.10, distrik Manoi Kota Sorong, mempunyai andil besar dalam kegiatan reboisasi hutan mangrove di kawasan taman wisata mangrove Klawalu kota Sorong.

Sehari-harinya Ia bekerja sebagai staf di Balai Konservasi Sumber
Daya Alam (BKSDA) wilayah Sorong.

Yang bersangkutan juga merupakan salah satu pencinta lingkungan di kota Sorong. Namun berbeda dengan pencinta lingkungan yang lain, Yonas Seo, lebih memilih fokus terhadap lingkungan pesisir budidaya bibit mangrove.

Menurut Yonas, diawal merintis budidaya bibit mangrove, dirinya belum memahami, bagaimana cara menyemaikan bibit mangrove yang benar.

Yonas Seo, warga Victory Pantai Kota Sorong, yang melakukan pembibitan anakan Mangrove. Foto wim/TN.

“Disini jarang ada yang bisa buat bibit mangrove, saya belajar membuat bibit mangrove ini ilmunya saya dapat waktu saya mengunjungi Kepulauan Seribu, setelah saya balik ke Sorong, saya mulai belajar membuatnya dan berhasil,” ujar pria asal Serui itu.

Bermodal pengetahuan yang di dapatnya saat mengunjungi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta beberapa tahun silam, membuat dirinya dengan ikhlas menyiapkan bibit mangrove untuk kegiatan reboisasi.

Dikatakan, kondisi hutan mangrove di pesisir pantai kawasan tersebut, mengalami kerusakan akibat penebangan liar, sehingga terjadi abrasi, yang berdampak sering masuknya air laut ke permukiman warga yang tinggal di rumah panggung.

Yonas Seo, menjelaskan, dirinya hanya menginginkan agar hutan mangrove di kota sorong dapat kembali sedia kala, tumbuh hijau dan lestari, sehingga bisa bermanfaat untuk banyak orang, apalagi sudah dijadikan kawasan taman mangrove dalam kota,
kendati menggunakan tenaga seorang diri dan biaya pribadi untuk menyiapkan bibit mangrove, namun Yonas, mengakui, apa yang dilakukannya itu atas dasar kecintaannya terhadap alam sekitar.

Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Kota Sorong, Julian Kelly Kambu, sebut Yonas Seo, sebagai Pahlawan Manrove.

Yonas disebut sebagai pahlawan mangrove, lantaran yang bersangkutan merasa perduli terhadap lingkungan, khususnya kawasan mangrove yang tampak kritis dan perlu direhabilitasi.

“Bapak Yonas ini punya jasa yang besar terhadap lingkungan, khususnya terhadap hutan mangrove, ini harus diperhatikan. Saya atas nama pemerintah ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada bapak Yonas Seo, karena sudah bekerja selamatkan hutan mangrove di kota Sorong, tanpa pamrih,” jelas Kelly Kambu.

Dikatakan ribuan anak manvrove dan bintanggor yang ditanam memenuhi lahan mangrove yang sudah tandus ini, adalah anakan atau bibit yang disemai oleh Yonas Seo. “Semua anakan manrove ini, semua berasal dari bapak Yonas Seo, beliaulah satu-satunya yang menyemaikan bibit mangrove ini di kota Sorong,” imbuh Kelly Kambu.

Anda mungkin juga berminat