Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Rawan Kericuhan, 10 Napi Lapas Sorong Dipindah ke Fak Fak

0 163

Aimas, TN – Insiden dibakarnya Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sorong saat kericuhan terkait aksi demo beberapa bulan lalu, berdampak pada tingkat kerawanan dalam pengamanan nara pidana yang menghuni penjara tersebut.

Mengantisipasi agar kejadian yang lebih buruk tidak terulang mengingat daya tampung lapas yang sudah over load, sejumlah napi penghuni lapas itu dipindahkan ke lapas Fak Fak untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut, Rabu (9/10/2019).

Nunus Ananto, Kepala Lapas Kelas II B Sorong. (Foto:Tantowi/TN)

Kepala Lapas Kelas II B Sorong, Nunus Ananto kepada Teropongnews.com menjelaskan, jumlah napi yang dipindahkan ke Fak Fak itu sebanyak 10 orang, menggunakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Kalabia Nomor Register GT.1167 No.1321/DDa melalui pelabuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) SP 3 Kabupaten Sorong.

Pemindahan itu sudah atas persetujuan dari Kanwil Kemenkum HAM dan sudah dikoordinasikan dengan pihak Lapas Fak Fak. “Karena kondisi kantor Lapas Sorong juga masih minim fasilitas pengamanan, untuk sementara ini bertahap mengurangi dulu. Intinya untuk antisipasi keamanan,” kata Nunus.

Sebelum diboyong naik kapal dengan menggunakan  mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Sorong, para napi atas perkara pembunuhan, penganiayaan dan narkoba ini pada Selasa (8/10/2019) malam sudah dikeluarkan dari kamar blok, dan dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) di Polres Sorong Kota dan Polres Sorong Kabupaten di Aimas. Hal ini menurut Nunus, untuk menghindari kericuhan dari warga binaan lainnya.

“Strateginya memang seperti itu. Tadi malam jam 11 kita ambil dari kamar blok, kita transitkan di Polres supaya memudahkan pengambilan di siang hari. Kalau langsung diambil dari lapas sementara warga binaan lain masih di luar kamar, bisa berontak mereka melihat temannya di pindahkan,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat terjadi aksi demo pada 19 Agustus lalu, lapas Kelas II B Sorong dibakar para napi yang mengakibatkan rusaknya fasilitas dan bangunan kantor. Dari insiden itu, sebanyak 258 orang napi dari jumlah total napi penghuni lapas sebanyak 547 orang, kabur. Menurut Nunus, saat ini jumlah napi yang sudah berhasil ditangkap dan dikembalikan ke lapas sebanyak 93 orang, dan sisanya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Untuk membangun kembali fasilitas dan perkantoran yang hancur itu, akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dengan anggaran dari Kementerian Keuangan. “Semua anggaran yang menentukan Kementerian Keuangan, dan informasinya saat ini sudah dibahas. Nanti untuk pelaksanaan pembangunan, oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Nunus.

Selama menunggu realisasi perbaikan kembali itu, saat ini lapas yang berkapasitas 214 orang dan dihuni oleh 547 orang ini, tembok lapas hanya ditutup dengan seng. Untuk pengamanannya, personil lapas dibantu oleh 15 orang Brimob, 5 orang anggota Armed dan 5 orang dari Kodim Sorong.

“Bantuan penjagaan dari TNI dan Polri ini untuk menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran di lapas sorong. Tembok saja belum tertutup permanen, masih ditutup seng, itu yang rawan sekali sama keamanan, jadi harus di minimalisir,” pungkasnya.

Anda mungkin juga berminat