Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Malut Diwarnai “Hujan” Interupsi

0 74

Ternate, TN – “Hujan” interupsi terus mewarnai rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara yang dimulai pada Minggu (5/5) hingga Kamis (9/5) malam, di Hotel Grand Dafam Ternate.

Interupsi ini dilakukan oleh para saksi partai politik maupun anggota DPD. Interupsi dan protes yang dilakukan ini dianggap wajar, lantaran memang ditemukan banyak masalah. Salah satu masalah itu yakni, perbedaan angka-angka yang didapat para calon legislatif.

Pasalnya, di Kecamatan Petani Utara, Halmahera Tengah, ada keberatan dari sejumlah saksi, lantaran adanya perpindahan ratusan suara milik Almarhum Soksi Ahmad dari Partai Golkar ke partai lain.

Bukan saja untuk Halmahera Tengah, namun hal yang sama juga terjadi saat masuk pada pleno rekapitulasi untuk daerah Morotai. Terdapat perbedaan angka-angka yang cukup signifikan dikantongi para saksi partai politik maupun KPU Morotai.

Untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka dilakukan proses pencocokan di ruangan terpisah, dan pleno rekapitulasi terus dilanjutkan untuk kabupaten yang lain.

Saat penghitungan suara DPR-RI, Bawaslu Maluku Utara mengajukan data pembanding. Ditemukan ada perbedaan angka yang diraup PDIP dengan hasil yang dipresentasikan KPU Halmahera Barat.

Menyikapi hal tersebut, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara, Hi. Buchari Mahmud mengaku, rata-rata keberatan saksi terjadi, karena adanya pergeseran angka di dalam internal partai. “Kalau antar partai politik itu jarang. Tapi kalau dalam partai politik sendiri yang mereka keberatan ada pergeseran suara sesama internal partai,” ujarnya.

Dia mengklaim, proses penghitungan yang berjalan tanpa masalah dan protes hanya Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Taliabu. “Hanya dua daerah itu yang cepat selesai. Bersih, jarang ada komplain dari para saksi,” tandas dia.

Anda mungkin juga berminat