Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Putusan Banding, Noval Ajuan Divonis 3 Bulan Penjara

0 225

Sorong, TN – Pengadilan Tinggi (PT) Papua di Jayapura telah menjatuhkan putusan atas upaya banding Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sorong (Kejari) dalam perkara kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa Muhammad Noval Ajuan.

Dilansir Jurnalis Teropong News dari laman putusan.mahkamahagung.co.id, dengan putusan Nomor : 66/PID.SUS/2019/PT JAP, terdakwa divonis hukuman tiga bulan penjara.

Majelis hakim PT yang diketuai Sukadi S.H M.H serta anggota Ramlan S.H M.H dan Johny Aswar S.H, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Hakim juga menetapkan lamanya terdakwa ditahan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang telah dijatuhkan.

Kasie Pidum Kejari Sorong, Buyung Anjar Purnomo S.H yang dikonfirmasi Jurnalis Teropong News membenarkan jika pihaknya telah menerima putusan banding dari PT Papua.”Iya kami sudah terima putusan bandingnya,”ujar Kasie Pidum di ruang kerjanya, kemarin.

Dicecar tentang proses eksekusi terhadap terdakwa, menurut Kasie Pidum, pihaknya masih menunggu apakah masih ada upaya hukum yang dilakukan pihak terdakwa yaitu kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

“Jadi jika ada upaya hukum kasasi maka kami belum bisa melaksanakan eksekusi hingga putusan kasasi turun yang berkekuatan hukum tetap,”ungkap Kasie Pidum.

Lanjutnya, untuk jangka waktu menyatakan kasasi adalah 14 hari sesudah putusan diberitahukan kepada terdakwa. Dan jika dalam waktu 14 hari tidak menyatakan kasasi maka terdakwa dianggap telah menerima putusan.

Sementara itu, tambahnya, jangka waktu mengajukan memori kasasi juga selama 14 hari setelah menyatakan kasasi. Dan jika dalam waktu tersebut tidak menyerahkan memori kasasi maka hak mengajukan kasasi gugur.

Sebelumnya, JPU Kejari Sorong, Henry Siahaan S.H melakukan upaya hukum banding atas perkara tersebut ke PT Papua pada sekitar bulan Juli 2019.

Banding dilakukan setelah majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Sorong pada sidang beragenda putusan atas perkara terdakwa Nomor : 106/Pid.Sus/2019/PN.Son pada tanggal 2 Juli 2019 membatalkan surat dakwaan JPU.

Dalam amar putusannya saat itu, majelis hakim PN Sorong menyatakan surat dakwaan JPU No. Reg Perkara : PDM-83/T.1.13/Euh.2/03/2019 batal demi hukum. Selain itu, JPU diperintahkan juga untuk mengeluarkan terdakwa dari status tahanan rumah.

Alasan majelis hakim membatalkan dakwaan dikarenakan JPU menerapkan undang-undang pemilu dalam surat dakwaannya. Hakim juga menilai JPU tidak cermat menyusun dakwaan, tidak menguraikan unsur-unsur pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur serta tidak menerangkan secara jelas ayat dari pasal yang diterapkan.

Seperti diwartakan sebelumnya, Muhammad Noval Ajuan diseret ke meja hijau PN Sorong setelah melakukan penganiayaan terhadap korban anak di bawah umur AFR (16) pada Senin 11 Desember 2018 di Jalan Selat Sagawin, Kelurahan Remu Utara Kota Sorong, tepatnya di depan warung gorengan Batem.

Anda mungkin juga berminat