Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Puskesmas yang Jauh Diresmikan, yang Didepan Mata Tak Terurus

0 2.096

SEHELAI pita warna merah putih terikat membentang dipintu. Di bagian tengahnya, hiasan bunga-bunga sengaja dipasang untuk mempercantik tampilannya. Inilah pesta sederhana yang dipersiapkan untuk menandai peresmian Puskesmas Distrik Hobard, Sabtu (2/11/2019) lalu.

Setelah dua kali tertunda, Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru SH.MSi akhirnya berkenan hadir dalam ‘panggung’ yang dipersiapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, dr. Lidia Kurniawan. Jarak tempuh menuju Distrik Hobard, adalah sekitar 4 jam perjalanan darat dari Kantor Bupati.

Dalam kata sambutannya, Bupati Johny Kamuru berpesan, demi terwujudnya Visi Pemerintah Kabupaten Sorong, petugas kesehatan di Puskesmas agar dapat memanfaatkan bangunan yang telah menjadi aset Pemerintah Distrik Hobard dengan baik,  sehingga dalam pelayanan kesehatan dapat terlaksana dan menjadi kepuasan terhadap masyarakat.

Visi Pemerintah Kabupaten Sorong yang telah dicanangkan pasangan Johny Kamuru dan Suko Harjono, adalah Maju Bersama, Rakyat Cerdas, Sehat dan Sejahtera di 2022. Salah satu sektor yang menjadi prioritas adalah peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Sektor ini juga yang menurut Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, menjadi prioritas dalam penyusunan APBD tahun 2020.

“Ada dua sektor yang menjadi prioritas utama di tahun 2020. Pendidikan dan kesehatan,” kata Suroso, saat berdiskusi dengan pemuda dalam rangka Hari Sumpah Pemuda di LPTQ Aimas Unit 1, 28 Oktober lalu.

Hal ini juga diakui Bupati Sorong, Johny Kamuru saat wawancara dengan Teropongnews sesaat sebelum berangkat ke Hobard. “Memang secara prioritas kita sedang konsentrasi pada bidang kesehatan. Rumah sakit akan segera kita relokasi dari Kota, kita bangun puskesmas di distrik yang belum ada puskesmasnya,” kata Johny Kamuru.

Di lokasi yang jaraknya berpuluh-puluh kilometer dari pusat pemerintahan ini, bukan hanya fasilitas kesehatan yang disiapkan oleh Linda Kurniawan. Bupati Johny Kamuru tersenyum pertanda bahagia, ketika dipaparkan ada 1 orang Kepala Puskesmas, 1 orang dokter, 2 tenaga medis dan 2 orang yang magang di Puskesmas Hobard.

Puskesmas Pembantu Mariat Gunung yang tak terurus. (Foto:Tantowi/TN)

Kepala Dinas Kesehatan ini begitu piawai mengemas ‘panggung’ agar Bapak Bupati senang, masyarakat Hobard juga senang. Tapi fakta sebaliknya, masyarakat di Kelurahan Mariat Gunung Distrik Aimas, menjerit menahan sakit menyaksikan Puskesmas Pembantu yang ada di wilayahnya, terbengkalai tak terurus.

“Kami harus turun ke Aimas jika ingin berobat. Pustu ini jarang ada Mantrinya (petugas kesehatan),” ujar Indah, salah seorang warga Mariat Gunung.

Di Puskesmas Pembantu ini, kata Indah, dulunya ada 1 orang mantri kesehatan yang bertugas melayani masyarakat. Pak Mantri ini, katanya, datang ke tempat tugasnya hanya dua kali seminggu, itupun hanya beberapa jam.

“Biasanya datang kalau hari Senin dan Kamis. Datang sudah jam 9 pagi, nanti jam 11 sudah turun lagi ke Sorong. Kalau pun melayani masyarakat, selalu tidak ada obat, karena obat yang ada sudah kadaluarsa,” katanya.

Di tempat itu, terdapat dua bangunan utama. Bangunan untuk melayani kesehatan masyarakat umum, dan bangunan Posyandu untuk pelayanan ibu hamil. Rumah dinas untuk tenaga medis juga disiapkan, yang posisinya menyatu dengan bangunan induk.

Kini, fasilitas kesehatan yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari Kantor Bupati Sorong itu, sudah berubah fungsi sebagai tempat mabuk anak-anak muda setempat. Pintunya rusak, kaca jendela banyak yang pecah. Tembok luar maupun dalam, banyak terdapat coretan tangan jahil.

Lantai Pustu Mariat Gunung yang berserakan sampah, pecahan botol kaca minuman beralkohol dan obat-obatan.

Dari pantauan wartawan Teropongnews.com, banyak pecahan botol kaca bekas minuman keras di dalam ruangan bangunan itu. Sisa-sisa obat juga berserakan di lantai keramik. Sementara di sekeliling bangunan itu, rumput liar tumbuh begitu suburnya.

“Kami pernah mengusulkan ke Kepala Kelurahan, untuk memanfaatkan lahan ini sebagai lapangan olahraga. Tapi sampai sekarang belum ada respon,” ujar Indah.

Masyarakat juga sempat berinisiatif untuk melakukan aksi protes ke Bupati Sorong, agar fasilitas kesehatan itu difungsikan lagi.

Apakah kondisi ini diketahui Kepala Dinas Kesehatan? Wartawan Teropongnews yang mencoba mencari jawaban ke Lidia Kurniawan, sang Kepala Dinas tidak memberikan respon. Saat dihubungi nomor ponselnya, tidak ada jawaban meski nada sambung terdengar. Begitu juga dengan chating WA kepadanya, tidak digubris.

Bangunan Pustu Mariat Gunung yang penuh coretan dinding tangan jahil. (Foto:Tantowi/TN)

Bupati Sorong, Johny Kamuru, saat diminta tanggapan terkait faktanya itu mengaku, masih banyak kepala OPD yang belum maksimal dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dalam rangka mewujudkan Visi Pemerintah Kabupaten Sorong.

“Seperti halnya di bidang kesehatan, saya akui OPD belum maksimal dalam melakukan pemetaan permasalahan kesehatan yang ada. Terima kasih atas informasinya, nanti coba saya panggil Kepala OPD-nya untuk menjelaskan masalah ini,” kata Bupati Sorong.

Sebagai salah satu bidang yang menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Sorong, Bupati sedang melakukan banyak pembenahan di banyak sektor, termasuk bidang kesehatan. “Harapan saya, bagaimana puskesmas itu bisa memberikan pelayanan yang berkualitas, dokter ada di tempat tugas, ada peralatan kesehatannya,” ujarnya. **

Anda mungkin juga berminat